oleh

Kadinkes: Kita Sudah Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Ada Tambahan Satu Kasus Baru, 8 Pasien Sembuh

“Kondisi hari ini kita sudah hidup berdampingan dengan Covid-19. Jadi semakin lama kita semakin rentan,” kata Reynold.

TIMIKA – Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Mimika terus bertambah. Sudah ada 322 pasien yang sembuh. Sementara total kasus hingga Selasa (30/6) kemarin sudah mencapai 391. Tersisa 63 pasien yang masih diisolasi.

Jumlah pasien aktif terus berkurang. Namun di sisi lain, dengan gencarnya penjaringan kasus melalui pemeriksaan antibodi atau rapid test jumlah orang yang terduga karena menunjukkan antobodi yang reaktif juga masih tinggi. Sehingga membuat Orang Tanpa Gejala (OTG) masih bertambah, kini sebanyak 946 orang. Ditambah lagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 467 orang.

Situasi ini menurut Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra memberikan gambaran bahwa jumlah orang yang terpapar Covid-19 semakin banyak. Apalagi sebarannya sudah merata baik di kelompok usia, suku hingga status sosial.

Dari hasil penjaringan yang dilakukan kemarin dari sekitar 250 orang yang terjaring 31 ditemukan rekatif atau positif rapid test. Kemudian pemeriksaan terhadap calon penumpang yang hendak keluar dari Mimika totalnya 2.605 orang. Dari jumlah tersebut 276 orang dinyatakan positif antibodi.

Menurut Reynold, kasus pertama di Mimika adalah pelaku perjalanan dari luar. Tapi sekarang Mimika sudah sudah mengalami transmisi lokal. “Kondisi hari ini kita sudah hidup berdampingan dengan Covid-19. Jadi semakin lama kita semakin rentan,” kata Reynold kepada wartawan melalui video conference, Selasa (30/6) kemarin.

Sehingga ia berpesan kepada masyarakat agar dalam menghadapi new normal jika diputuskan oleh Bupati selaku Ketua Tim Gugus Tugas maka masyarakat harus patuh pada protokol kesehatan. Menggunakan masker bila keluar rumah, cuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir setidaknya selama 20 detik dan menjaga jarak orang per orang maupun ketika berada di kerumunan.

“Terpenting adalah tetap jaga pola hidup sehat dengan cara meningkatkan imunitas tubuh melalui istrahat teratur, makan asupan gizi seimbang, olahraga. Jika alami demam, batuk, pilek atau sesak nafas jangan lupa pergi ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Reynold.

Di masa new normal, bidang kesehatan Tim Gugus Tugas akan terus bekerja melakukan deteksi, tracing dan isolasi untuk melakukan pencarian kasus. Tapi untuk isolasi tidak lagi terpusat melainkan isolasi mandiri dengan pertimbangan pengawasan yang dilakukan kepada pasien Covid-19 jauh lebih efektif apabila diawasi keluarga. Faktor psikologis juga menjadi pertimbangan.

Angka reproduksi Covid-19 saat ini sudah berada di bawah angka 1. Artinya satu pasien tidak berpotensi memberikan penularan kepada siapapun. Tapi masyarakat tidak boleh lengah. Pasalnya pelaku perjalanan ke Mimika sebagian besar dari daerah dengan kasus tertinggi di Indonesia yaitu Jawa Timur tepatnya Surabaya, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan.

Sehingga ini bisa menjadi potensi munculnya kasus. Apalagi syarat perjalanan hanya rapid test yang keakuratannya belum 100 persen. Begitupun dengan masa inkubasi yang kurang dari 7 hari sehingga saat rapid test tidak terdeteksi. “Jadi sangat berpeluang pelaku perjalanan bisa terdeteksi di Kota Timika,” tegasnya.

Semua orang berpeluang terinfeksi. Namun kelompok rentan harus dilindungi. Yaitu mereka yang berusai di atas 60 tahun. Penderita gangguan fungsi hati, gangguan ginjal dan lainnya yang jika terkena Covid-19 bisa berdampak parah terutama angka kematian. “Kita semua beresiko, tapi mari menjaga diri agar kelompok rentan tidak tertular,” ajaknya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *