oleh

Wabup: Sulit Kembalikan Jadwal Penerbangan Seperti Semula

Meskipun Sudah New Normal

TIMIKA – Turunnya angka reproduksi efektif Covid-19 maka Mimika diyakini akan memulai tatanan hidup baru atau new normal. Memasuki new normal, maka tidak semua aktivitas akan kembali seperti semula, karena terikat dengan protokol kesehatan.

Salah satunya penerbangan. Sebelum pandemi Covid-19, masyarakat Mimika bisa melakukan perjalanan ke luar daerah setiap hari karena tersedia jadwal penerbangan. Tapi menurut Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM sangat sulit mengembalikan jadwal penerbangan seperti semula.

Ditemui usai memimpin pertemuan di Hotel Grand Mozza, Selasa (30/6) kemarin Wabup Rettob mengatakan ia sudah melakukan evaluasi khusus untuk layanan penerbangan di bandara. Apakah pada masa new normal, penerbangan kembali dibuka seperti semula atau tidak. “Ternyata belum,” tegasnya.

Menurutnya bisa saja ada penambahan jadwal itupun maksimal hanya tiga kali untuk satu rute penerbangan yang dilayani setiap maskapi. Jika lebih dari tiga kali kata dia sangat tidak memungkinkan. Persoalannya adalah fasilitas yang terbatas. Sebab di masa new normal protokol kesehatan seperti menjaga jarak harus diterapkan otomatis kapasitas ruang tunggu harus dikurangi.

Ditambah lagi dengan prosedur yang harus dilalui semua penumpang sebelum berangkat bahkan ketika tiba di Timika. Setiap penumpang wajib mengisi health alert card yang dikeluarkan Kantor Kesehatan Pelabuhan. Ia mencontohkan, penumpang dari Makassar sekali tiba dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk pengisian HAC. “Makanya kami minta maskapai untuk bagi saja dalam pesawat nanti turun tinggal diserahkan,” terangnya.

Namun kata Wabup agar lebih efisien dan efektif lagi, bisa saja ada penambahan petugas di bandara yang akan melayani setiap penumpang yang berangkat dan tiba. Hanya saja untuk jadwal penerbangan seperti semula akan sulit dilakukan.

Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Yan Purba mengatakan dengan fasilitas yang sangat terbatas terutama terminal penumpang. Sekarang ini saja dengan dibukanya penerbangan hanya dua kali seminggu masih terjadi antrian panjang dan penumpukan. “Jadi kita bisa bayangkan kalau tiga pesawat bersamaan proses ini nanti yang butuh waktu,” ungkapnya.

Bisa saja lanjut Yan Purba, ada pengaturan jadwal tidak seperti sebelumnya dimana hampir semua pesawat datang bersamaan. Sebab jika sekaligus sangat tidak memungkinkan. Ruang terminal tidak cukup menampung semua penumpang. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *