oleh

Batas Usia Tetap Jadi Syarat PPDB di Mimika

TIMIKA – Dinas Pendidikan Mimika tetap memberlakukan syarat ketat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Salah satunya mengenai batas usia. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni Usmani ketika ditemui di Hotel Grand Mozza, Kamis (2/7).

Sesuai jadwal, PPDB untuk jenjang SD dan SMP saat ini sedang berlangsung. Dibuka sejak 29 Juni dan diumumkan pada 11 Juli mendatang. “Kita berharap walaupun situasi pandemi tapi anak-anak semua bisa terdaftar,” katanya.

Sistem zonasi dikatakan Jeni tetap diterapkan dalam PPDB. Namun tidak seluruhnya. Kuota untuk sistem zonasi sebesar 50 persen, 20 persen untuk afirmasi bagi putra-putri Papua, 20 persen jalur prestasi dan 10 persen berdasarkan pekerjaan orang tua seperti TNI, Polri dan instansi lain yang pindah tugas.

Jeni lebih menegaskan lagi mengenai batasan usia sebagai syarat penerimaan murid baru yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk jenjang SD wajib berusia 6 tahun pada saat penerimaan. “Batas masuk SD kelas 1 harus usia 6 tahun minimal. Kalau lahir Agustus berarti belum 6 tahun, tidak bisa diterima,” tegasnya.

Usia menjadi salah satu syarat karena menurut Jeni, ini menyangkut perkembangan psikologi anak sehingga orang tua harus paham dan tidak memaksakan anaknya. Kata dia, di era sosial media sekarang ini banyak orang tua yang tujuannya bukan untuk anak tapi hanya demi prestise sehingga memaksakan anak. Padahal itu malah menganggu perkembangan motorik anak.

Perkembangan motorik anak kata dia disesuaikan dengan usia. Makanya di tingkat PAUD dan TK, pihak sekolah atau guru dilarang untuk mengajarkan baca, tulis dan hitung karena bisa merusak motorik kiri dan kanan.

“Kita tidak sadari itu tapi efeknya akan dirasa pada saat kita dewasa. Karena kita bicara pendidikan, kita bicara proses. Jadi semua hal harus diperhatikan. Orang mengajar berarti menanamkan ilmu pengetahuan, tapi nilai pendidikan itu yang berhubungan dengan psikomotor. Membangun pendidikan bukan hanya anak pintar tapi dia punya karakter bagus, jiwa yang sehat. Itu juga pendidikan,” ujar Jeni.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *