oleh

Kerja Sama Lintas Sektor Ekonomi Harus Digalakkan

TIMIKA – Kerja sama lintas sektor antara OPD yang berkaitan dengan bidang perekomian, perlu dilakukan agar masyarakat bisa lebih maju dan produktif. Hal itu terungkap dalam agenda Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi B ke Kantor Dinas Koperasi dan UKM, Kamis (2/7).

Ketua Komisi B DPRD, Rizal Pata’dan mengatakan, Dinas Koperasi dan UKM diharapkan bisa terus berkoordinasi dengan dinas teknis lainnya, terutama dalam melakukan kegiatan pembinaan kepada para pelaku usaha.

Walaupun sampai saat ini ada kendala soal pemasaran produk lokal kata Rizal, hal ini harus segera dicarikan solusinya. Dengan keberadaan PT Pangansari dan PT Freeport Indonesia yang merupakan perusahaan besar di Timika, ternyata belum sepenuhnya menerima produk unggulan yang dihasilkan oleh masyarakat.

“Dinas Koperasi harus terus menjalin koordinasi dengan lintas sektor, OPD teknis untuk pembinaan hasil karya masyarakat, walaupun masih terkendala soal pemasaran, di mana Freeport dan Pangansari di Timika tapi rupanya mereka masih setengah hati untuk menerima hasil ini,” jelas Rizal.

Dikatakan, pembinaan terhadap mama-mama Papua baik dari sisi pembuatan noken, patung-patung dan ukir-ukiran, Dinas Koperasi diharapkan dapat memberikan tempat penampungan yang layak untuk selanjutnya diakomodir di pasaran.

“Yang tidak kalah pentingnya adalah mereka dicarikan tempat pemasaran, ini bisa menjadi cinderamata untuk oleh-oleh khas daerah kita,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk kegiatan pembinaan maupun pendampingan memang dibutuhkan anggaran. Namun, anggaran tersebut berdasarkan keterangan pihak Dinas Koperasi telah direcofusing untuk dana Covid-19. Untuk itulah, anggaran untuk kegiatan pembinaan dan kegiatan lainya, legislatif siap mendukungnya pada pengajuan APBD Tahun 2021.

“Ini kita yang harus fokus ke sana, kalau ada pembahasan tentang hal ini, kita harus duduk diskusi bersama, ketika membuat program harus berkesinambungan,” paparnya.

Sementara itu, Kadis Koperasi dan UKM, Ida Wahyuni mengatakan di Tahun 2019 pihaknya fokus untuk penyelesaian pembangunan gedung kantor dinas. Dan di tahun 2020, sebenarnya Dinas Koperasi akan menjalankan program yang mendukung kegiatan PON dan Pesparawi Tahun 2020. Namun karena adanya bencana Covid-19, dan anggaran direalokasi, maka program yang akan dilakukan tertunda.

Kegiatan dalam upaya mendukung PON dan Pesparawi sebut Ida, akan dilanjutkan tahun depan dengan pembinaan kepada para pelaku UKM.

Sesuai dengan Tupoksi Dinas Koperasi dan UKM sebut Ida, dilakukan pembinaan, pengawasan dan pengembangan UKM dan koperasi. Untuk koperasi dinasnya fokus untuk pembinaan dan pengawasanya lebih ditekankan pada kelembagaan manajemen dan unit usahanya. Sementara pada pelaku UKM, dinasnya kata Ida fokus untuk pengembangan dan pembinaanya untuk produknya legal dan menguasai pasar Timika.

“Produk UKM kita monitoring di beberapa toko masih sedikit jumlahnya masuk, karena memang legalitas produknya belum PIRT, kemasan, untuk itu rencana tahun depan masih sama dengan tahun ini yakni pengembangan UKM, karena tahun ini kita tidak bisa berjalan maksimal karena Covid ini,” imbuh Ida.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *