oleh

Sisa 31 Pasien Yang Dirawat di RSUD

TIMIKA – Jumlah pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan terus berkurang dengan bertambahnya angka kesembuhan. Khusus di RSUD Mimika, kini hanya menangani 31 pasien. Itupun hanya 9 yang masih diisolasi di rumah sakit dan 22 lainnya di shelter. Pasien yang masih ditangani RSUD Mimika ini merupakan bagian dari total 62 pasien aktif saat ini. Dimana 31 pasien lainnya dirawat di RS Tembagapura.

Sebagaimana laporan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra kepada wartawan melalui video conference, Rabu (1/7) kemarin bahwa dalam 24 jam terhitung sejak Selasa (30/6) ada 204 spesimen yang diperiksa. 182 di laboratorium PCR Klinik Kuala Kencana dan 22 di laboratorium RSUD Mimika.

Dari 204 spesimen yang diperiksa, ditemukan dua spesimen yang positif Covid-19 yang berasal dari RS Tembagapura. Sementara 22 yang diperiksa RSUD semuanya negatif. Tambahan dua kasus baru ini menambah kasus Covid-19 di Mimika menjadi 393 kasus.

Dua rumah sakit yang masih menangani pasien Covid-19 ini juga melaporkan adanya tiga pasien yang sembuh. Sehingga kumulatif pasien sembuh sebanyak 325 orang. “Kami sampaikan banyak terima kasih kepada para tim medis di RS Tembagapura dan RSUD Mimika yang sudah bekerja dengan baik sehingga angka kesembuhan meningkat dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Reynold menegaskan meskipun penambahan kasus Covid-19 di Mimika lebih sedikit, namun satu kasus tetap diperhitungkan karena masuk kategori wabah atau pandemi. Sehingga masyarakat  harus tetap waspada dan patuh pada protokol kesehatan.

Apalagi saat ini Mimika masih dalam status zona merah. Hanya saja dari 7 distrik terdampak tersisa dua distrik yang masih zona merah yaitu Mimika Baru dan Tembagapura. Wania masih dalam zona kuning.

Dari pelaksanaan pengawasan protokol kesehatan, ratusan warga masih terjaring. Kemarin saja ada 141 orang yang terjaring dan menjalani rapid test yang dilaksanakan di tiga lokasi. Di Mapurujaya ada 62 warga, di depan Polsek Kuala Kencana ada 47 orang dan depan Bank BCA Jalan Budi Utomo ada 32 orang. Dari 141 warga yang diperiksa ternyata 20 reaktif atau positif antibodi.

“Ditemukannya 20 orang reaktif atau sama dengan 14 persen menambah orang yang rapid test positif untuk dirujuk konfirmasi PCR. Diharap dari orang yang dinyatakan reaktif semuanya negatif dengan pemeriksaan PCR,” ungkap Reynold.

Ini menjadi peringatan bagi warga bahwa Mimika belum bebas dari Covid-19. Bahkan wilayah yang sudah masuk zona hijau sekalipun. New normal bisa diberlakukan dengan catatan kelurahan zona hijau melakukan aktivitas sesuai protokol kesehatan. Sama halnya dengan zona kuning dan merah.

Masyarakat menjadi tumpuan utama keberhasilan pengendalian Covid-19 di Mimika. Dengan masa kerja 98 hari sejak kasus pertama ditemukan menjadi capaian yang baik karena mampu dikendalikan kurang dari 100 hari. “Kondisi dalam dua minggu terakhir menunjukkan adanya perbaikan namun kami tetap berharap agar masyarakat lebih waspada. Jangan lengah, jangan sampai kembali di masa covid pertama kali ditemukan,” jelasnya.

Selama masa adaptasi hidup baru, Reynold menilai masyarakat menganggap Covid-19 bukan lagi masalah. Padahal semua orang beresiko dan kelompok rentan harus dilindungi. Seperti warga lanjut usia di atas 60 tahun, penduduk yang terdiagnosa memiliki penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung dan ginjal. Sehingga ia mengajak semua warga melindungi kelompok rentan. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *