oleh

259 KK di Kampung Nawaripi Dapat BLT

TIMIKA – Pemerintahan Kampung Nawaripi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 259 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut. Dalam proses penyaluran, juga dihadiri Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MSi.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun dalam sambutannya sebelum penyerahan BLT di balai Kampung Nawaripi, Jumat (3/7) mengatakan, penyaluran BLT tersebut merupakan penyaluran tahap pertama bagi warga terdampak Covid -19. Adapun bantuan tersebut berasal dari Dana Desa.

Ia menyebutkan jumlah yang mendapat BLT di Kampung Nawaripi sebanyak 259 KK. Warga yang menjadi penerima merupakan warga yang sudah memiliki KTP Nawaripi.

Untuk penyaluran BLT di Kampung Nawaripi dibagi dalam dua bagian, yakni ada yang menerima secara tunai atau secara langsung dan ada juga yang penerima yang mengambil melalui Bank BRI.

Untuk penyaluran, dibagi menjadi dua. Dimana pada Jumat kemarin, sebanyak 124 KK akan menerima uangnya secara tunai. Sedangkan 135 KK lainnya, bisa mengambil uangnya langsung di Bank BRI.

Norman menjelaskan, untuk penyaluran tahap pertama ini mencapai 15 persen dari 40 persen total anggaran yang ada. Artinya masyarakat akan menerima penyaluran dilakukan secara tiga kali yakni penyaluran pertama 15 persen, penyaluran kedua 15 persen dan terkahir nanti 10 persen. Dari dana 15 persen ini akan dialokasikan Rp 600 ribu kepada masing-masing KK.

“Saya berharap kepada kepada masyarakat Kampung Nawaripi, agar menggunakan bantuan ini dengan baik. Jangan bantuan yang ada ini digunakan untuk hal yang bukan-bukan seperti membeli miras,” tegasnya.

Ia menegaskan, agar BLT dapat ini dapat digunakan sebaik mungkin. Bahkan lanjutnya pihaknya sudah menggelar rapat dengan aparat kampung dan RT untuk melakukan patroli usai penyaluran BLT, apabila ditemukan ada yang mengkonsumsi miras dan dibeli menggunakan uang BLT, maka akan diserahkan kepada pihak kepolisian.

“Kita tadi malam rapat dengan aparat kampung dan ketua RT, kita sweeping bila ada yang mabuk maka kita langsung serahkan kepada aparat kepolisian. Jangan gunakan uang yang ada ini untuk beli minuman (Miras, red),” tegasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya mengatakan, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terus memperhatikan masyarakat di tengah pandemi Covid  -19 ini.

“Hari ini kita masuk dalam kehidupan yang baru (New Normal). Tetapi ingat, kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Saya harap kita tetap jaga kesehatan kita,” terangnya.

Wabup menegaskan, di tengah masalah pandemi ini pemerintah terus berkomitmen agar masyarakat tetap menjadi baik. Berbagai bantuan selama ini terus disalurkan oleh pemerintah mulai dari PKH, BST serta BLT.

“Hanya saja kita tidak bisa menerima semua, artinya masyarakat yang sudah mendapat BST jangan dapat lagi BLT begitu dengan yang sudah terima bantuan PKH. Bahkan pemerintah kabupaten juga sudah menyalurkan Bahan Makan (Bama) kepada masyarakat,” tuturnya.

Wabup juga mengharapkan kepada warga penerima bantuan, agar tidak menggunakan uang bantuan yang diterima untuk minum miras. “Jadikan Nawaripi ini sebagai daerah yang hijau, bukan hijau dari corona saja, tetapi hijau dalam situasi yang kondusif bebas dari Milo,” kata Wabup John. (itz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *