oleh

Masyarakat Kokonao Butuh Listrik

TIMIKA – Kampung Kokonao, Distrik Mimika Barat membutuhkan sarana listrik. Walaupun mesin pembangkit listrik untuk Kokonao dan beberapa kampung di sekitar wilayah Distrik Mimika Barat sudah tersedia di PLN Timika, namun hingga kini belum direalisasikan pemasangannya.

Belum dipasangnya mesin oleh PLN ini menyebabkan masyarakat belum menikmati fasilitas penerangan hingga kini.

Hal itu terungkap dalam agenda Kunjungan Kerja (Kunker) Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanis Felix Helyanan, SE, Sabtu (4/7) ke Kokonao, Ibukota Distrik Mimika Barat.

Kepala Distrik Mimika Barat, Christian Warinussy mengungkapkan jika fasilitas penerangan listrik yang sudah lama direncanakan untuk dinikmati seluruh warga Kokonao, hingga saat ini belum terealisasi karena mesin pembangkit diesel masih berada di Timika.

“Warga di Kokonao ini sudah cukup lama berharap untuk penerangan listrik, namun sampai saat ini belum bisa direalisasikan karena mesinnya masih di Timika. Kami sudah coba koordinasi dengan PLN Timika, dan kami sudah sempat melihat langsung dua unit mesin pembangkit listrik ada di kantor PLN. Cuma kami belum tahu alasan dan kapan bisa dibawa ke Kokonao,” jelas Christian.

Selain listrik, Christian juga meminta agar Jhon Tie, sapaan Yohanis F Helyanan, bisa memperjuangkan agar jalan utama dengan menggunakan paving block yang sudah rusak, perlu dibangun jalan yang baru. Pihaknya sendiri kata Christian, mengusulkan pembangunan jalan bisa menggunakan material tailing.

Dikatakan, pihak distrik sudah pernah mengusulkan untuk membangun jalan yang ada di Kokonao untuk diperlebar dan materialnya tidak lagi menggunakan paving block, akan tetapi menggunakan cor tailing.

Dalam diskusi ringan ini, Christian juga mengungkapkan jika bangunan kantor distrik yang sudah sangat tidak layak digunakan untuk segera dibangun baru. Dari usulan distrik untuk pembangunan gedung kantor yang baru, dikatakannya tahun ini sebenarnya sudah ada anggaran. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, anggaran yang ada tidak jadi digunakan.

“Sebenarnya tahun ini sudah dibangun kantor distrik yang baru, tapi mungkin karena pandemi Covid-19 sehingga tertunda. Kami mohon agar DPRD bisa mendorong hal ini untuk bisa segera dibangun kantor distrik yang baru, bukan lagi rehab,” paparnya.

Menanggapi sejumlah masukan dan usulan Kadistrik ini, Jhon Tie mengatakan akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah atau OPD teknis termasuk PLN Timika.

“Mengenai kantor distrik yang sudah rusak berat, jalan utama dan jalan di pemukiman warga serta persoalan listrik akan dikoordinasikan dengan OPD dan pihak-pihak yang terkait untuk bisa mendapat respon,” ujar Jhon Thie.

Di kesempatan yang sama Jhon Thie mengajak seluruh warga yang ada di Kokonao dari enam kampung untuk memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan kampung, jalan maupun lingkungan rumah yang harus bersih.

Politisi senior PDIP ini mengatakan jika kesadaran warga itu sangat penting untuk bisa membersihkan di lingkungan kampung masing-masing. Jika lingkungan bersih kata Jhon Tie, maka dipastikan masyarakat juga akan sehat. Apalagi, tambahnya saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga semua menjadi tanggungjawab seluruh warga Kokonao.

Setelah melakukan tatap muka dengan Kadistrik serta berbincang dengan sejumlah tokoh masyarakat dan warga, rombongan Waket II sebelum kembali ke Timika menyempatkan untuk menyerahkan bantuan Sembako kepada warga di pelabuhan Atapo.

Untuk diketahui, dalam Kunker di Distrik Mimika Barat, Jhon Tie juga langsung meninjau beberapa fasilitas umum. Yakni Pelabuhan Atapo, jalan utama di Kokonao, jalan pemukiman warga, rumah masyarakat, fasilitas penerangan listrik serta meninjau secara dekat Kantor Distrik Mimika Barat.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *