oleh

Dana Covid-19 Sudah Terserap Rp 153 Miliar

Dari Total Rp 200 Miliar

TIMIKA – Untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Mimika, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 200 miliar. Namun hampir empat bulan berjalan, dana yang sudah terserap sebesar Rp 153 miliar.

Belum terserapnya seluruh anggaran itu menurut Penjabat Sekretaris Daerah Mimika, Drs Marthen Paiding, MMT ketika ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan, Selasa (7/7) kemarin, karena ada beberapa kegiatan yang masih sementara berjalan.

Proses administrasi Covid-19 diungkapkan Pj Sekda sama seperti pengelolaan keuangan biasa. Bedanya, kegiatan yang dituangkan dalam program APBD harus melalui Rencana Kerja Anggaran (RKA). Untuk dana Covid-19 RKA disamakan dengan rencana kerja biaya yang langsung disampaikan ke BPKAD sebagai pengelola keuangan daerah tapi tetap harus dilengkapi persetujuan. “Cuma prosesnya kita percepat,” tandasnya.

RSUD Mimika merupakan OPD dengan alokasi terbesar. Awalnya Rp 81 miliar namun ada penambahan sekitar Rp 4,5 miliar karena RSUD Mimika merekrut 48 orang tenaga medis, juga untuk pembelian reagen untuk swab PCR. Juga pengadaan Alat Pelindung Diri (APD).

Dinas Kesehatan berada di urutan kedua alokasi dana terbesar. Mulanya Rp 48 miliar namun ada tambahan sekitar Rp 6 miliar atau Rp 8 miliar. Selanjutnya Dinas Ketahanan Pangan untuk pengadaan bantuan sembako bagi masyarakat di 18 distrik mendapat alokasi Rp 36 miliar.

Selanjutnya Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan mendapat alokasi Rp 17 miliar. Itu untuk kegiatan penunjang shelter termasuk konsumsi dan perbaikan shelter serta MSC juga pengadaan tanah untuk tempat pemakaman jenazah Covid-19 dilengkapi talud.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang melaksanakan kegiatan operasional juga mendapat dana yang tidak sedikit. Dinas Koperasi dan UMKM sekitar Rp 10 miliar. Dinas Pertanian Rp 1 miliar. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga mengajukan anggaran dan diakomodir Rp 2 miliar untuk membayar petugas kebersihan dengan alasan mengangkut limbah medis yang terkait dengan penanganan Covid-19. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga mendapat alokasi anggaran.

Anggaran senilai Rp 200 miliar lebih untuk Covid-19 dikatakan Pj Sekda, tadinya semua dari APBD Mimika hasil refokusing dan realokasi. Tapi ada juga bantuan dari Pemprov Papua untuk RSUD Mimika sebesar Rp 5 miliar dan Rp 2 miliar untuk kebutuhan lainnya terkait penunjang di bidang kesehatan. Ditambah lagi donasi pihak ketiga dalam hal ini YPMAK sebesar Rp 2 miliar.

Dijelaskan Marthen Paiding, anggaran sekitar Rp 200 miliar itu sudah terprogram dan jelas kegiatannya. Tinggal dilaksanakan dan dibayar meskipun belum seluruhnya selesai. Ada juga kegiatan sedang berlangsung seperti rehabilitasi di RSUD Mimika.

Pandemi Covid-19 belum diketahui kapan berakhir. Pemda Mimika juga melakukan antisipasi, apalagi jika muncul gelombang kedua. “Itu yang sedang kita lihat di Renja perubahan seperti apa kemampuan dalam segi pendapatan kemudian dibandingkan dengan belanja yang selama ini kita gunakan termasuk untuk biaya Covid. Kalau masih ada kemampuan keuangan maka kita lakukan pencadangan di dana tak terduga untuk antisipasi gelombang kedua,” tutupnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *