oleh

Pemda Diminta Realisasikan Subsidi Barang ke Pedalaman

TIMIKA – Pemda Kabupaten Mimika diharapkan bisa merealisasikan kegiatan subsidi barang khusus untuk pelayanan penggunaan pesawat perintis ke beberapa distrik di pedalaman.

Harga angkut barang ke pedalaman dengan transportasi udara sampai kini sangat mahal. Untuk itulah, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2020-2024, legislatif berharap eksekutif bisa mengakomodir subsidi barang ke pedalaman.

Hal itu diungkapkan Politisi PDIP, Karel Gwijangge, Selasa (7/7) di Kantor DPRD. Menurut Karel, selama ini pemerintah sudah melaksanakan kebijakan subsidi barang dengan penggunaan transportasi pesawat perintis. Namun, kebijakan ini belum sepenuhnya pro kepada masyarakat kecil.

Masyarakat masih harus mengeluarkan biaya yang besar untuk membawa barang terutama kebutuhan Sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari Kota Timika ke pedalaman.

“Masyarakat kecil ini harus keluarkan uang untuk bayar biaya angkut barang dengan pesawat. Biasanya biaya ini melebih dari harga (barang) yang ia beli,” ujar Karel.

Lanjutnya, masyarakat yang berada di Kampung Kokonao, Jila, Jita, Agimuga, Tsinga, Arwanop, Potowayburu dengan fasilitas Lapangan Terbang (Lapter), seharusnya didukung juga dengan subsidi barang.

Sampai saat ini kata Karel, harga per kilogram barang yang diangkut dengan pesawat mulai Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu. Menurutnya, kebijakan subsidi barang ini sendiri belum sepenuhnya dilaksanakan di Papua, termasuk di Kabupaten Mimika. Padahal, barang yang biasa diangkut oleh masyarakat hanyalah kebutuhan sehari-hari seperti Sembako.

“Ini program yang belum ada di Papua, ini kan beras untuk mereka mau makan, gula, kopi, kita harap itu harus ada keberpihakan,” imbuh Karel.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *