oleh

Dana Otsus Perlu Diimplementasikan untuk Perumahan OAP

TIMIKA – Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua perlu diimplementasikan bagi ketersediaan perumahan yang layak huni bagi warga Orang Asli Papua (OAP). Hal itu diungkapkan Legislator DPRD Mimika, Marthinus Walilo, Rabu (8/7).

Marthinus sendiri menyoroti tidak terasanya gelontoran dana Otsus bagi kesejahteraan masyarakat Papua di akar rumput. Salah satu hal terpenting yang menurutnya harus diakomodir oleh dana Otsus adalah kebutuhan dasar perumahan tempat tinggal yang layak huni bagi warga Orang Asli Papua OAP.

“Otsus ini seharusnya lebih banyak mengakomodir kebutuhan dasar perumahan bagi OAP, sampai kini kita lihat belum banyak masyarakat lokal punya rumah layak huni,” ujarnya.

Lagi katanya, ia sendiri menyaksikan di lapangan terjadi warga Papua hidup beramai-ramai dalam satu rumah karena tidak tersentuh dana Otsus. Satu rumah dihuni oleh 5 sampai 6 KK, sungguh ironis karena dana Otsus yang sedemikian besar untuk membangun Papua menuju kesejahteraan rakyatnya.

Menurutnya para elit pemerintah baik di provinsi maupun kabupaten sebagai pengelola dana Otsus harus bekerja dengan baik dan dengan hati agar implementasi dana Otsus benar-benar terjadi bagi kesejahteraan rakyat.

Legislator DPRD Mimika asal Partai Demokrat ini menambahkan, Dana Otsus yang akan berakhir di Desember tahun 2021 depan perlu dievaluasi terkait pencapaiannya dalam menyejahterakan warga Orang Asli Papua, agar ke depan dana Otsus bila berkelanjutannya bisa lebih baik lagi.

Menurutnya keberhasilan dana Otsus berada di tangan elit pemerintah kabupaten  dan provinsi di Papua bukan lagi kewenangan pemerintah pusat karena telah sepenuhnya mempercayakan dana yang di tahun 2020 ini dianggarkan sebesar 5,86 triliun rupiah yang pencairannya terbagi dalam tiga tahap, di mana Pemrov telah mengatur sebesar 80 persen bagi para kabupaten/kota dan di pemerintah provinsi mengelola 20 persen sisanya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *