oleh

Hindari Pancaplokan Wilayah, Pemda Harus Perhatikan Batas

TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika dinilai perlu memperhatikan batas wilayahnya agar tidak dicaplok kabupaten tetangga. Pemerintah diminta mempertahankan batas wilayahnya di lapangan karena selain menjaga kemartabatan daerah, wilayah perbatasan itu juga mempunyai nilai strategis bagi keuntungan Penghasilan Asli Daerah.

Anggota DPRD Mimika Karel Gwijangge dan M Nurman Karupukaro kepada Radar Timika, Rabu (8/7).

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Mimika Nurman Karupukaro menyoroti pencaplokan wilayah Kabupaten Mimika oleh kabupaten tetangga. Nurman mencontohkan, sekitar daerah PT PAL sudah berdiri pemukiman dari Kabupaten Deyai dan juga plang di kantor camat di Kapiraya sudah bertuliskan alamat Kabupaten Deyai. Demikian pula ia menyayangkan satu kampung di perbatasan sudah diserahkan ke wilayah Kabupaten Asmat.

Selain itu ada juga Puncak Cartenz sebagai salah satu dari 7 puncak dunia perlu penegasan geografis berada di wilayah kabupaten mana, karena potensi PAD wisata alamnya juga cukup menjanjikan.

“Pemerintah punya tugas yang serius, perhatikan dengan benar batas wilayah kita agar tidak dicaplok oleh kabupaten tetangga kita, kita harus jaga karena potensi wisata alam kita di pesisir maupun gunung ini sangat menjanjikan,” ujarnya.

Dikatakanya, RPJMD yang merupakan terjemahan dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika perlu secara jelas menunjukkan wilayahnya seluas sekira 21 ribu kilometer persegi itu.

Senada dengan hal itu, Ketua Bapemperda DPRD Mimika Karel Gwijangge juga mengutarakan keberatan serupa karena melihat sendiri di lapangan, tindak pencaplokan wilayah sudah terjadi bahkan sampai ke Kilometer 12 di dekat Kali Pindapinda.

Dengan terang-terangan pemerintah kabupaten tetangga memasang plang klaim wilayahnya di tempat yang seharusnya masih wilayah Mimika oleh Kabupaten Deyai sampai ke Utikini

Menurutnya, selama ini Pemkab Mimika belum pernah memberi rekomendasi pelepasan wilayah bagi pemekaran daerah lain sehingga wilayah masih tetap sama seluas 21 ribu kilometer persegi harus dipertahankan.

Adapun perbatasan Kabupaten Mimika adalah, di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Paniai, Deyai dan Puncak jaya. Sebelah selatan adalah Laut Arafuru. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Asmat dan Nduga, sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kaimana.

Lokasi Kabupaten Mimika sebagai daerah pemekaran dari Kabupaten Fakfak dinilai sangat strategis karena selain keberadaan PT Freeport Indonesia, di Mimika juga memiliki Bandara Internasional Mozes Kilangin dan Pelabuhan Poumako sebagai pintu masuk perekonomian bagi para kabupaten tetangga. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *