oleh

229 Ekor Sapi Tersedia untuk Idul Adha

TIMIKA – Menyambut hari raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1441 H, distributor dan peternak sapi di Mimika sudah menyiapkan setidaknya 229 ekor sapi yang siap dijual untuk kurban. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika, Yosefin Sampelino ketika ditemui di Gedung DPRD Mimika, Jumat (10/7) lalu.

Dari 229 ekor sapi itu, 203 tiga diantaranya didatangkan dari luar Mimika, tepatnya dari Sorong, Papua Barat. Sedangkan sapi lokal hanya ada 26 ekor. Yosefin mengatakan ketersediaan sapi lokal tidak akan mencukupi untuk kebutuhan kurban sehingga harus didatangkan dari luar.

Hewan kurban ini sudah didata oleh Disnak Keswan Mimika. Mengingat Idul Adha dirayakan di masa pandemi maka dalam hal pelaksanaan kurban ditegaskan Yosefin harus memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah guna mencegah terjadinya penularan atau penyebaran Covid-19.

Mulai dari penjualan hewan kurban sampai pada pemotongan kata dia, tetap memperhatikan prosedur tata laksana new normal. Di tempat penjualan dan pemotongan hewan juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum menyentuh area wajah, terutama mulut, mata dan hidung.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian diungkapkan Yosefin sudah menerbitkan surat edaran dan sudah disosialisasikan kepada panitia pelaksana kurban di masing-masing masjid di Mimika.

Dimana berdasarkan surat edaran tersebut, disampaikan agar pemotongan hewan kurban dapat dilaksanakan di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R).  Di Timika kata Yosefin, sudah ada 3 unit RPH-R, yaitu di tempat penjualan sapi milik distributor yakni Sawen, Alimi dan Syamsudin. “Jadi diharapkan sapi yang dibeli di tiga tempat  tersebut bisa dipotong di RPH-R,” kata Yosefin.

Lanjutnya, apabila ada masjid yang mau melaksanakan pemotongan hewan korban sendiri dan memenuhi ketentuan yang sudah dipersyaratkan, agar menyampaikan surat permohonan izin kepada Dinas Peternakan dan Keswan Mimika. Nanti pihak dinas akan turun memeriksa apakah memenuhi persyaratan yang tertuang dalam surat edaran.

Apabila memenuhi persyaratan, maka pihak Dinas  akan memberikan surat izin pemotongan hewan kurban di masjid bersangkutan dan sekaligus meminta surat pernyataan kesanggupan mengikuti aturan protokol kesehatan Covid-19 dan syarat yang ditentukan.

“Semua ini dilakukankan agar pelaksanaan kegiatan kurban pada Hari Raya Idul Adha  31 Juli 2020, dapat terlaksana dengan baik, dan semua umat Muslim yang melaksanakan  kegiatan kurban dan merayakan  hari raya Idul Adha tetap sehat, dan tetap bisa mencegah penularan dan penyebaran Covid-19,” terang Yosefin.

Sebelum penyembelihan hewan kurban, Disnak Keswan bersama Majelis Ulama Indonesia akan melakukan pemeriksaan ante mortem atau pemeriksaan kesehatan hewan. (sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *