oleh

Disdik Alokasikan Rp 11,2 Miliar Bangun RKB dan Rehab Ruang Guru

TIMIKA – Pada Tahun Anggaran 2020 ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika mengalokasikan anggaran sekitar Rp 11,2 miliar untuk membangun ruang kelas baru dan ruang guru di sejumlah sekolah mulai dari TK, SD hingga SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni Usmani yang ditemui di Hotel Grand Mozza, Senin (13/7) mengatakan alokasi anggaran itu sebagian besar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sementara yang bersumber dari APBD murni hampir tidak ada.

Sebagaimana yang termuat dalam website LPSE Pemda Mimika yang dikutip Radar Timika, untuk pembangunan ruang kelas baru dilakukan di enam sekolah dengan total anggaran Rp 6,99 miliar.

Diantaranya penambahan RKB SMP Negeri 2 Mimika. Kemudian pembangunan RKB dilengkapi perabot untuk TK Negeri I Timika, TK Mitra Kencana, TK Negeri Pembina, SMP Negeri 4 Mimika dan SD Inpres Kwamki II.

Disdik juga melakukan perbaikan atau rehabilitasi dilengkapi perabot di 9 sekolah serta membangun ruang guru di satu sekolah dengan total anggaran sekitar Rp 4,29 miliar. Pembangunan ruang guru dilakukan di SD Negeri 9 Mimika. Sementara rehab untuk ruang guru SMP Negeri 1 Mapurujaya, SD Inp Timika III, SD Inp Kwamki II, SD Inauga Sempan Barat, SD Inp Sempan Barat, SD Inp Nawaripi, Sd Inp Timika VII, SD Inp Timika VI dan SD Inp Kwamki I.

Jeni menjelaskan, meskipun disebutkan dalam nama program rehabilitasi namun anggaran itu juga bisa dipakai untuk pembangunan baru. Disesuaikan dengan perencanaan yang dibuat oleh konsultan.

“Kita mengusulkan lewat DAK dan itu ada perencanaan. Jadi pelaksanaannya itu fleksibel, misalnya dalam anggaran disebut rehap atap tapi kalau kondisinya masih bagus dia bisa pakai untuk yang lain,” jelasnya.

Untuk SD Kwamki Narama diungkapkan Jeni, akan diusulkan dalam APBD Perubahan untuk dilanjutkan sekaligus diselesaikan. Tahun lalu dilakukan pembangunan tapi belum selesai sehingga akan diajukan untuk kelanjutan. “Penyelesaian tinggal sedikit. Kita ajukan dana kalau memang ada kelebihan ya bisa dipakai,” ujarnya.

Selama ini murid dan guru SD Kwamki Narama menumpang di SD Negeri III Koperapoka untuk belajar mengajar. Namun beberapa waktu terakhir, kepala sekolah kembali membawa murid dan guru untuk menjalankan KBM di Kwamki Narama dengan peralatan seadanya yang juga dibantu. Menurut Jeni, meskipun ada keterbatasan asalkan KBM tetap berjalan.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *