oleh

Gelombang Tinggi, Syabandar Tidak Keluarkan Izin Berlayar 4 Hari ke Depan

TIMIKA –  Syabandar Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI ) Pomako dalam beberapa hari ke depan, tidak mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), bagi nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas diperairan Mimika. Hal itu dilakukan lantaran kondisi gelombang di Perairan Mimika hingga saat ini, masih dengan ketinggian mencapai 2,5 meter.

Kepala Syabandar PPI Pomako, Andi Abdul Gaffar ketika dikonfirmasi Radar Timika, Senin (13/7) kemarin mengatakan, mulai besok (hari ini red) syahbandar tidak mengeluarkan SPB bagi nelayan, maupun masyarakat yang hendak beraktivitas di laut.

“Hari ini kita kembali menaikkan bendera hitam. Gelombang di perairan Mimika sudah kembali tinggi mencapai 2,5 meter,” katanya.

Ia menyebutkan, ada beberapa rambu-rambu di perairan yang dikeluarkan oleh syahbandar salah satunya bendera hitam. Rambu ini berfungsi untuk memperingatkan nelayan, masyarakat maupun siapa saja yang beraktivitas di laut.

“Memang sejak dua minggu lalu kita sudah naikkan bendera hitam, karena tinggi gelombang mencapai 3 meter. Namun beberapa hari terakhir ini sempat menurun. Tetapi besok (hari ini-red) kita akan kembali naikkan bendera hitam. Tidak hanya itu, kita juga tidak mengeluarkan SPB bagi kapal lokal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, SPB tidak dikeluarkan untuk kapal lokal dalam beberapa hari ke depan. Sementara kalau untuk kapal besar masih dikeluarkan izin berlayarnya.

Ia menyebutkan, syahbandar tidak mengeluarkan SPB untuk kapal lokal sampai tanggal 17 Juli mendatang, bahkan dalam beberap hari ke depan ini tidak ada pengoperasian sama sekali untuk kapal lokal. Hal itu mengingat dengan ketinggian gelombang di perairan Mimika.

“Saya cek di BMKG bahwa tanggal 17 di perkiraan laut baru kembali teduh. Kalau sudah teduh baru kita kembali mengeluarkan SPB,” terangnya.

Ia mengimbau untuk para nelayan lokal, agar memperhatikan cuaca dan memperhatikan imbauan dari pihak pelabuhan perikanan dan KSOP, serta mematuhi rambu-rambu yang dikeluarkan.

“Hal ini bertujuan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,” tukasnya. (itz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *