oleh

Kasus Dugaan Korupsi BOK di Wania Segera Naik Status

Senilai Rp Rp 400 juta lebih

TIMIKA- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika dalam waktu dekat ini, akan menaikan status kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada Puskesmas Wania, dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Hal itu diungkapkan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK yang ditemui Radar Timika, Senin (13/7) kemarin di ruang kerjanya.

Menurut AKP Hermanto, pihaknya beberapa hari lalu telah gelar perkara, terkait dugaan penyalahgunaan dana BOK pada Puskesmas Wania tersebut.

“Kita sudah koordinasi dengan pihak dari Puskesmas dan mereka segera menyerahkan dokumen terkait dengan penggunaan anggaran itu. Jadi nanti kita mau cocokan lagi dengan data dari kementerian, karena ini anggaran langsung dari kementerian,”jelasnya.

Sebab kata Kasat Reskrim bahwa ini sudah pertengahan tahun 2020, sehingga pihaknya berupaya untuk kasus dugaan korupsi dana BOK pada Puskesmas Wania itu, bisa diserahkan ke Kejari Mimika dalam tahun ini.

“Ini kan sudah pertengahan tahun, maka saya fokus dan target untuk yang Puskesmas Wania. Karena ini prosesnya sudah mau 80 persen untuk masuk ke tahap sidik,”ungkapnya.

Bahkan menurut Kasat, pihaknya kini sudah membidik satu calon tersangka dalam kasus tersebut.

“Ada baru satu orang yang kita targetkan sebagai tersangka, tapi sabar dulu jangan disebutkan dulu ya. Karena ini kan prosesnya masih berjalan. Kalau untuk kerugiannya sekitar Rp 400 juta lebih,”ucap AKP Hermanto.

Untuk diketahui bahwa dana BOK tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) non fisik, tahun anggaran 2019. Dan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), yang diperuntukkan untuk BPJS Kesehatan. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *