oleh

Keluar Daerah Kini Cukup Surat Bebas Flu

TIMIKA – Pemberian surat izin keluar bagi pelaku perjalanan dari Timika tidak lagi berdasarkan rapid test, namun surat bebas gejala seperti influenza atau Influenza Like Illness (ILI). Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika ketika ditemui di Hotel Grand Mozza, Selasa (14/7) kemarin.

Reynold mengatakan tim hanya melaksanakan Surat Edaran Gugus Tugas Nasional Nomor 9 Tahun 2020 yang mengatur tentang pelaku perjalanan baik dalam dan luar negeri. Untuk pelaku perjalanan dalam negeri, ditetapkan syarat wajib memiliki kartu identitas dan perlu membawa surat keterangan bebas Covid-19 baik melalui pemeriksaan PCR maupun pemeriksaan rapid test dan hasilnya harus negatif atau non reaktif.

Dalam edaran itu juga diungkapkan Reynolad, jika wilayah atau daerah yang tidak punya PCR dan rapid test maka bisa dilakukan dengan pemeriksaan influenza like illness. “Pertanyannya di Timika ada rapid test, ada PCR, tapi konsentrasi kami tidak mungkin untuk pelaku perjalanan dengan situasi fluktuatif kasus. Angka reproduksi yang tadinya 0,3 naik jadi 2 nanti turun jadi 1. Sebenarnya solusi dengan situasi epidemi ini adalah pemeriksaan massal,” terangnya.

Sehingga tim Gugus Tugas akhirnya harus memilih yakni memastikan situasi epidemi Covid-19 di Mimika dengan cara deteksi dan testing. Rapid test digunakan untuk pemeriksaan secara massal karena masih banyak orang yang harus rapid test untuk memastikan kasus benar-benar bersih.

Wilayah yang dinyatakan hijau sekalipun dalam situasi transmisi lokal di Mimika menurut Reynold belum bisa dinyatakan bebas. Sebab bisa saja kuning bahkan merah. Demikian pula wilayah zona kuning untuk mengembalikan ke hijau sangat susah. Dibutuhkan banyak dana untuk bisa membuat wilayah menjadi zona hijau. “Tidak mungkin dana segitu harus kita untuk pelaku perjalanan,” tandasnya.

Meskipun rapid test bagi pelaku perjalanan berbayar, namun dikatakan Reynold, tidak mungkin akan dilakukan pengadaan hanya untuk pelaku perjalanan. Sehingga solusi bagi pelaku perjalanan adalah tetap diberikan surat keterangan sehat tanpa rapid test yang jauh lebih murah, yakni Rp 20 ribu sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2014 untuk surat keterangan bebas influenza like illness.

Ini juga dikatakan Reynold, ada tertuang dalam surat tim gugus tugas nasional. Sehingga di Mimika tidak lagi berorientasi pada PCR dan rapid test. Apalagi keluhan soal biaya bukan hanya terjadi di Mimika, tapi di seluruh Indonesia.

Stok alat rapid test di Mimika ditegaskan Reynold tetap ada, tapi bukan untuk pelaku perjalanan, melainkan digunakan untuk pencarian kasus Covid-19 di Mimika. Apalagi alat yang digunakan diklaim memiliki tingkat sensivitas tinggi, dimana 107 kasus Covid-19 saat ini mulanya terjaring dari hasil rapid test. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *