oleh

Warga di Sekitar PT PAL Minta Rumah Layak Huni

TIMIKA – Masyarakat yang berdomisili di sekitar wilayah PT Pusaka Agro Lestari (PAL) berharap pemerintah bisa mendukung mereka dengan penyediaan fasilitas pembangunan perumahan layak huni. Pembangunan perumahan layak huni ini diharapkan bisa dilaksanakan, karena saat ini masyarakat hanya pasrah dan tinggal sementara di tenda pengungsian akibat bencana banjir.

Tokoh intelektual Iwaka, Enia Magai di hadapan Ketua DPRD, Robby Kamaniel Omaleng yang berkunjung ke lokasi pengungsian masyarakat, Rabu (15/7) mengatakan masyarakat sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah karena sudah melihat langsung kondisi masyarakat pasca banjir.

Bahkan Wakil Bupati sebut Enia, sudah melihat langsung dan mendengarkan aspirasi masyarakat yang sempat memblokir jalan.

“Terima kasih, kami apresiasi pemerintah dan masyarakat sudah sampaikan ke Wakil Bupati, camp pengungsi sementara kami sudah siapkan, namun masyarakat butuh pembangunan rumah yang lebih layak lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Martinus Madai selaku Kepala Suku Iwaka mengatakan masyarakat memang sangat berharap pemerintah bisa membangun rumah untuk mereka. Masyarakat yang tinggal di sekitar PT PAL ini sampai jalan trans Nabire berharap dengan dibangunnya fasilitas perumahan, mereka juga bisa bergabung dan membentuk satu kampung baru.

“Masyarakat minta rumah. Harapan kami yang tinggal di sekitar jalan trans Nabire ini yakni suku Kamoro dan Mee, ada suku Amungme juga, kalau sudah bangun rumah, kami bisa jadi satu kampung baru,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Iwaka, Wens Mitoro mengatakan kehadiran ketua DPRD di lokasi pasca banjir di Iwaka sangat luar biasa. Masyarakat yang tinggal di sekitaran PT PAL ini ungkapnya, berasal dari tiga distrik yakni Iwaka, Kuala Kencana dan Kokonao.

“Mereka masuk sebagai masyarakat yang perlu dilayani. Di sini sangat rawan harus kita antisipasi. Semua butuh proses dan kami akan lakukan dalam program pemerintah,” jelas Wens.

Menanggapi usulan dari masyarakat, Ketua DPRD, Robby Kamaniel Omaleng mengatakan semua masyarakat mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan layanan dan fasilitas yang dibangun oleh pemerintah.

Sama halnya dengan masyarakat di sekitar PT PAL ini juga perlu mendapatkan perhatian karena mereka kesusahan akibat bencana banjir. Jika pembangunan perumahan dan fasilitas tempat ibadah yakni gereja memerlukan waktu yang cukup lama karena disesuaikan dengan porsi anggaran pemerintah, namun untuk pemekaran kampung baru, sangat didukung oleh dewan sebab harus dilakukan guna kesejahteraan masyarakat.

“Semua sama, kita masyarakat. Fasilitas yang disediakan pemerintah seperti perumahan memang penting, mana yang diprioritaskan, kita lihat karena bertahap sesuai dengan anggaran yang ada. Di sini harus masuk satu kampung, pemekaran. Kalau berkaitan dengan rumah, kita butuh waktu untuk memprosesnya,” jelas Robby.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan untuk bantuan bahan makanan bagi masyarakat, tentu ini juga menjadi fokus pemerintah dan semua pihak. Sebab, musibah bencana alam ini dampaknya sangat merugikan masyarakat yang sudah tidak bisa lagi bekerja di kebun karena sudah terendam banjir.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *