oleh

Pemda Segera Tertibkan Penjualan Milo

TIMIKA – Pemda Kabupaten Mimika segera menertibkan tempat jualan miras jenis minuman lokal (milo) yang tanpa izin resmi pemerintah. Sementara untuk distributor miras resmi yang mendapatkan izin pemerintah, seperti di Hotel dan Restoran Cenderawasih 66 tetap berjalan seperti biasa. Karena terbukti menghasilkan pendapatan bagi daerah ini.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Eltinus Omaleng, Selasa malam (14/7) usai menghadiri rapat paripurna IV masa sidang II di Kantor DPRD.

Menurut Bupati Omaleng.di Timika ada dua jenis penjualan miras yakni miras jenis milo yang peredaranya tanpa izin pemerintah. Bahkan akibat mengkonsumsi milo ini banyak korban jiwa yang mati sia-sia.

Selain itu, ada penjualan miras yang resmi seperti yang dilaksanakan oleh Hotel dan Restoran 66 Cenderawasih.

“Ada dua macam, miras yang orang bilang milo, yang mati-mati sembarang minum baru mati. Juga yang resmi itu seperti yang dijual di 66, kami pemerintah izinkan,” jelasnya.

Dikatakan Bupati Omaleng, dalam penjualan miras di 66 dilakukan dengan tertib, artinya dijual di tempat dan yang mengkonsumsinya juga langsung di tempat dan secara tertib.

Bupati Omaleng juga menyebutkan, jika pendapatan daerah salah satunya didukung dari pajak penjualan miras. Bahkan, dalam waktu dekat miras berizin resmi pemerintah akan dijual di bar-bar.

“Tidak lama lagi akan dijual di bar-bar, karena kita butuh yang pendapatan, kalau kita bicara tentang rapat, sidang itu khan menyangkut pendapatan daerah. Jadi sumber yang ada pendapatan daerah ya seperti itu,” jelas Bupati Omaleng.

Ditambahkannya, untuk penjualan milo yang dibuat secara sembunyi-sembunyi yang akan diberantas dan tidak akan diperbolehkan lagi. Ke depannya, Bupati Omaleng berharap akan lebih tertib lagi untuk penjualan miras di Timika.

Adapun PAD dari penjualan miras ditegaskan Bupati Omaleng, setiap tahunnya sampai miliaran Rupiah yang masuk ke kas daerah.

“Setiap tahun mereka bayar miliaran. Yang sembunyi-sembunyi seperti di Mimika Timur itu, milo yang tidak boleh, akan diberantas terus. Ke depan akan lebih tertib,” pungkas Bupati Omaleng. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *