oleh

Cakupan Imunisasi dan Menurunkan Malaria Jadi Prioritas Dinkes Tahun Ini

TIMIKA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika melakukan pertemuan evaluasi program esensial Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Puskesmas tingkat Kabupaten Mimika, Senin (20/7) di ballroom Hotel Grand Tembaga, yang dibuka langsung oleh Kepala Dinkes, Reynold Ubra.

Pertemuan ini dilakukan kata Reynold, karena di dalam semester satu ini ada dua situasi yang berbeda, yaitu situasi dari Januari-Maret sebelum pandemi Covid-19 dan situasi dari April-Desember adalah situasi bagaimana pelayanan kesehatan esensial di tengah pandemi Covid-19. Pelayanan kesehatan esensial terdiri dari 5 bagian yakni Promosi Kesehatan (Promkes) dan preventif, upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), upaya kesehatan gizi masyarakat, upaya kesehatan lingkungan dan upaya pengendalian penyakit menular.

Ia menjelaskan, lima program ini harus jalan dan dititikberatkan tentang bagaimana protocol kesehatan harus diterapkan. Untuk Promkes lebih mempromosikan bagaimana cara mencegah agar tidak terkena Covid-19 dan penyakit-penyakit lain di musim hujan saat ini. Sementara untuk upaya kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit lanjut Reynold bisa diintegrasikan dengan mencari kasus Covid-19 atau penyakit-penyakit yang memiliki tanda atau gejala seperti Covid seperti flu dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Kemudian bagaimana jika itu ditemukan. Diedukasi untuk orang batuk pilek, diedukasi supaya tetap bisa istirahat dan tetap menggunakan masker dan meningkatkan imun tubuh,” katanya.

Untuk pelayanan gizi masyarakat di Mimika sebagai salah satu fokus prioritas nasional untuk stunting disesuaikan dengan pedoman nasional terkait bagaimana program stunting atau anak kerdil dengan melaksanakan program tanpa mengumpulkan banyak anak atau ibu.

Dan untuk pelayanan KIA di dalamnya ada imunisasi, pelayanan ibu hamil dan pelayanan neonatus dan bayi balita. Khusus untuk pelayanan ibu hamil di masa pandemi ini akan dilakukan melalui virtual meeting.

Kelima program inilah yang akan dilakukan Dinkes kedepannya. Jika ada hal yang kurang dalam pelayanan selama ini akan diperbaiki. Tetapi prioritas terbesar dalam program pelayanan untuk tahun ini adalah bagaimana meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap dan juga menurunkan kejadian malaria di masyarakat dengan fokus utamanya adalah menjaga kepatuhan pasien yang ditemukan malaria untuk meminum obat dan harus dipantau sampai betul-betul habis sampai tuntas.

“Dana yang kita gunakan ini adalah BOK non fisik. BOK ini sifatnya adalah stimulant, sehingga dana atau APBD yang nanti bisa melengkapi atau sumber-sumber lain yang sah. Sehingga bagaimana supaya ini bisa tetap dilaksanakan secara optimal dengan dana stimulant ini adalah strateginya diintegrasikan dengan program lain,” jelas Reynold.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *