oleh

Mediasi Soal Kematian Tadius Akimuri Masih Buntu

TIMIKA – Kepolisian Sektor Mimika Baru memastikan mediasi soal denda atau ganti rugi atas kematian Tadius Akimuri, belum menemui titik temu. Hal itu setelah pihak keluarga korban dan pelaku sama-sama tidak menyatakan kesepakatan.

Mediasi yang dilakukan Polsek Miru di Polres Pelayanan Mimika, Jumat (17/7) lalu dihadiri Kapolsek Mimika Baru, Kompol Sarraju dan Kanit Binmas Polsek Miru, Iptu Paulus Ratu serta KBO Reskrim Polres Mimika Iptu, Andi Suhidin. Pihak korban diwakilkan Marianus Maknaipeku dan pihak pelaku diwakili Karel Watunwotuk.

Jalannya mediasi, menurut Kompol Sarraju, Minggu (19/7) sore melalui WhatsApp awalnya keluarga korban mempertanyakan kepastian penggantian denda yang besarannya telah ditetapkan. Namun dari keluarga korban menyatakan ketidaksanggupan.

“Karena keluarga besar kami rata-ratanya pekerja kasar, jadi tidak bisa memenuhi permintaannya sesuai yang diajukan keluarga korban,” ujar perwakilan korban melalui penuturan Kompol Sarraju.

Kecewa dengan jawaban keluarga pelaku, keluarga korban pun berembuk untuk menentukan jumlahnya kembali. Dimana besaran dendanya sudah diturunkan. Namun kembali, keluarga pelaku menyatakan tidak dapat memenuhi permintaan tersebut.

Mediasi kasus ini sendiri dipastikan berakhir, setelah keluarga pelaku menyanggupi pembayaran denda untuk memperingati 40 hari meninggalnya Tadius Akimuri.

“Kalau untuk pembayaran denda, mereka masih akan bertemu lagi sekali,” jelasnya.

Sementara, besaran denda awalnya senilai Rp 1 miliar diturunkan keluarga korban menjadi sekitar Rp 500 juta. Keluarga pelaku sendiri ketika ditanyakan mengenai pembayaran denda senilai Rp 1 M tersebut, mengaku hanya dapat mengumpulkan senilai Rp 50 juta.

Keluarga pelaku menyatakan, hal itupun setelah pihaknya berusaha mengumpulkan dalam kurun waktu satu bulan. Berkaitan dengan nilai denda baru yang diturunkan, mereka menyatakan menyanggupi senilai Rp 100 juta. Pertemuan tersebut direncanakan akan kembali dilakukan dalam waktu dekat. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *