oleh

Wabup Kecewa Hasil Rolling

“Saya dengan bupati tidak ada masalah, kami kerja dengan hati. Saya yakin beliau didesak dengan orang lain. Tapi saya yakin, beliau, kami bekerja dengan hati,” tutup Rettob.

TIMIKA – Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MSi mengaku kecewa terhadap rolling jabatan yang telah diumumkan oleh bupati di Pendopo Rumah Negara pada Jumat (17/7) lalu. Sebab, dalam proses hingga pengumumannya, Wabup menyebut dirinya tidak dilibatkan.

Dalam jumpa pers di Hotel Grand Tembaga, Minggu (19/7) kemarin, Wabup mengatakan berdasarkan hasil diskusi bersama bupati, disebutkan bahwa selama masa pandemi Covid-19 tidak ada rolling jabatan, termasuk juga karena kegiatan dan proyek sedang berjalan.

“Saya tidak tahu. Saya sementara memimpin rapat di rumah jabatan wakil bupati dan proses sedang terjadi, pelantikan itu. Dan saya hanya mendengar info-info. Bagi saya persoalan ini menyakitkan. Karena kenapa? Berarti kan dilakukan dijalankan tanpa saya untuk lima tahun ke depan, sesuai dengan rencana kita dalam visi misi kami yang sudah dituangkan dalam program pembangunan jangka menengah daerah,” jelas Rettob.

Dan yang lebih ironis sebut Rettob, RPJMD ini disahkan oleh DPRD. Dimana salah satu poin dan misi pemerintahan adalah reformasi birokrasi, artinya harus dilakukan dengan baik untuk sesuai dengan teknologi, lingkungan kita, sesuai dengan tuntutan masyarakat dan dilakukan sesuai dengan aturan dan mekanisme.

Menurut Wabup, untuk mendapatkan seorang pejabat, harus sesuai dengan kemampuan  dan kapabilitas. “Ini yang paling penting. Dan inilah yang didapatkan dari hasil assessment (penilaian) dan lelang jabatan yang dilakukan oleh tim untuk mendapatkan orang-orang yang berkemampuan, berkualitas dan berkapasitas,” sebutnya.

Wabup Rettob kembali mengingatkan kembali pada agenda sidang penetapan RPJMD di DPRD dan baru disahkan, dua hari kemudian dilakukan pergeseran jabatan.

Dikatakan Rettob, tugas wakil bupati adalah menilai kinerja aparat pemerintahan di bawahnya dan memberikan masukan kepada bupati untuk melakukan kebijakan-kebijakan.

Walau baru dalam kurun waktu 10 bulan ini mendampingi bupati, John Rettob merasa sudah melakukan tugasnya dengan cukup baik. Selama bertugas ia selalu melakukan penilaian, sidak dengan tujuan menilai kinerja dari ASN. Dengan penilaian ini, ia melihat kinerja aparatur negeri sipil untuk penempatan jabatan.

“Jadi menurut saya pelantikan kemarin terburu-buru, ada nama yang menduduki beberapa jabatan, ada nama yang sudah dipindahkan ke tempat lain, bahkan ada nama yang sudah meninggal dilantik,” cetus Rettob.

Lanjutnya, untuk mewujudkan visi dan misi pada pemerintahan kali ini, angka IPM naik, angka kemiskinan dan pengangguran turun dan ekonomi meningkat, inflasi harus turun, angka harapan hidup harus naik, angka pendidikan harus jelas pada tingkat usia sekolah naik.

“Saya hanya mau mengatakan dengan pelantikan kemarin apakah dengan target kita visi misi, kinerja pemerintahan akan naik? Saya kecewa, saya berpikir bahwa untuk ke depan kita harus lebih baik,” tegasnya.

Rettob juga mengakui jika ia memiliki komitmen untuk meneruskan perjuangan para orang tua yang membuka daerah ini, harus membuat anak asli daerah ini bisa maju dan kembali memimpin daerah ini, menjadi tuan di tanah ini. “Namun, para pejabat eselon II dan III Kamoro dan Amungme malah di-nonjob-kan. Bahkan para pejabat eselon diturunkan jabatannya,” tegasnya.

Hal tersebut menurut Rettob bisa dilakukan apabila pemerintah mempunyai panitia kode etik melalui sidang disiplin yang memberikan hukuman dengan tindakan menurunkan pangkat dan eselon. Semua ini diturunkan sesuai aturan dan dilakukan dengan berita acara.

Untuk masalah hak prerogatif bupati dalam pengangkatan pejabat, menurut Wabup hal itu adalah atributif, berarti tidak bisa dilimpahkan kepada pihak lain. Tapi pendapat dan masukan wakil bupati dan badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat) bisa digunakan. Melalui mekanisme penilaian dengan Baperjakat ini, calon nama pejabat yakni tiga nama akan dinilai mana yang terbaik.

“Saya dengan bupati tidak ada masalah, kami kerja dengan hati. Saya yakin beliau di desak dengan orang lain. Tapi saya yakin beliau, kami bekerja dengan hati,” tutup Rettob. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *