oleh

Masyarakat Kwamki Narama Ingin Polsubsektor Ditingkatkan Jadi Polsek

TIMIKA – Masyarakat di Distrik Kwamki Narama berharap keberadaan Pos Polisi (Pospol) bisa ditingkatkan statusnya menjadi Polsek. Peningkatkan status ini diharapkan dapat dilaksanakan mengingat sektor keamanan paling penting untuk mendukung program dan semua aktivitas masyarakat di wilayah ini.

Harapan ini terungkap dalam aspirasi masyarakat yang mengikuti kegiatan Reses 1 oleh 3 Anggota DPRD Mimika, yakni Den B Hagabal, Aser Murib dan Novian Kulla, Rabu (22/7).

Kepala Kampung Mekurima, Simon Murib meminta kepada dewan untuk meneruskan aspirasi terkait peningkatan status Polsubsektor menjad Polsek karena Distrik Kwamki Narama memiliki catatan konflik, hingga menyebabkan tidak ada pembangunan, atau dialihkan ke tempat lain.

“Distrik Kwamki Narama ini selalu dibilang zona merah, tidak aman, jadi kami mau Pospol ini bisa jadi Polsek supaya aparat keamanan bisa ada dan masyarakat aman, sehingga semua aktivitas kita itu bisa jalan dengan baik,” ujar Simon.

Sementara itu, Kapolsubsektor Kwamki Narama, Aiptu Bambang Triatwoko mengatakan, faktor utama untuk menunjang semua aktivitas masyarakat agar lebih produktif ialah keamanan.

Aiptu Bambang mengajak seluruh masyarakat untuk menjalin kebersamaan dan kekompakan agar Kamtibmas di Distrik Kwamki Narama bisa terus terjaga.

Dikatakannya, dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, maka situasi yang aman akan tercipta dan masyarakat bisa bebas dan nyaman melakukan semua aktivitas kehidupan sehari-hari.

“Saya harap ada kebersamaan dari warga untuk menjaga kamtibmas di Kwamki Narama, dimana keamanan dan kenyamanan akan membuat masyarakat lebih produktif,” jelasnya.

Sementara itu, Kampung Amole, Arodi Yolemal mengatakan ia merasa iri dan menyesal dengan kondisi Distrik Kwamki Nama saat ini. Distrik Kwamki Narama merupakan daerah pertama, namun karena konflik akhirnya tidak bisa berkembang seperti distrik lain.

“Kita menyesal, sakit hati karena Kwamki Narama ketinggalan jauh, kami berterima kasih kepada tiga dewan yang datang untuk menerima aspirasi masyarakat, semoga aspirasi kami ini bisa diterima dan diteruskan ke pemerintah,” harap Arodi.

Selain masalah keamanan, pembangunan sarana infrastruktur seperti jalan, jembatan, perbaikan sarana sekolah sampai memberdayakan para pemuda untuk dapat mendukung program pemerintah di tingkat kampung banyak disuarakan oleh masyarakat.

Menanggapi aspirasi masyarakat, Novian Kulla mengatakan, untuk membangun Distrik Kwamki Narama, harus dimulai dari kesadaran warga untuk tidak menciptakan konflik. Apabila situasi aman pembangunan akan masuk.

“Saya mau sampaikan bahwa untuk pembangunan Kwamki Narama ini apabila aman dulu, karena faktor keamanan akhirnya kita tertinggal jauh dari distrik lain. Jadi saya harap supaya untuk bangun Kwamki Narama ini kembali ke Kamtibmas, kami tidak bisa berbuat apa-apa apabila sudah buat program mantap-mantap tapi tidak ada jaminan keamanan,” jelasnya.

Lanjutnya, aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat telah dicatat, nantinya aspirasi tersebut menjadi Pokok Pikiran (Pokir) dewan untuk selanjutnya kawal saat pembahasan KUA-PPAS.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *