oleh

Mama-mama Pedagang eks Pasar Swadaya Minta Diperhatikan Pemerintah

TIMIKA – Mama-mama yang berjualan di lokasi eks Pasar Swadaya meminta pemerintah daerah memperhatikan nasib mereka. Solusi pemindahan para pedagang khususnya mama-mama ke Pasar Sentral, dianggap tidak tepat karena mereka tidak mempunyai kendaraan dan harus membayar ojek karena letaknya yang jauh dari pusat kota.

Mama-mama yang hingga kini masih tetap berjualan di eks Pasar Swadaya ini, berharap pemerintah bisa menyediakan satu lokasi yang akan digunakan untuk pasar khusus mama-mama Papua.

Harapan mama-mama para pedagang ini terungkap dalam agenda kegiatan Reses I Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kelurahan Koperapoka oleh 6 anggota DPRD yakni Saleh Al Hamid, Elminus B Mom, H Iwan Anwar, Martinus Walilo, Semuel Bunai dan Yulian Salossa di Lapangan Eks Pasar Swadaya, Kamis (23/7).

Mewakili pedagang, Leberina Atanai dari Kelurahan Otonoma mengatakan, mereka menginginkan agar pemerintah bisa tetap memberikan kesempatan agar aktivitas jual beli masih dilakukan di lokasi eks Pasar Swadaya. Kalaupun ingin dipindahkan untuk pengaturan tata ruang kota, mama-mama berharap mereka tidak dipindahkan ke Pasar Sentral, sebab jualan mereka tidak laku dan tidak mempunyai ongkos untuk naik ojek ke sana.

“Kami mau pasar lama ini diaktifkan kembali, karena tidak punya uang transport untuk jualan di Pasar Sentral. Kalau mau pindahkan, ya kami mau pasar yang baru khusus untuk mama-mama Papua saja,” ujar Leberina.

Senada dengan itu, salah satu mama-mama penjual mengatakan yang sama. Yunita Rumbiak mengakui jika mereka sudah pernah pindah berjualan ke Pasar Sentral, namun jualan mereka tidak habis bahkan tidak laku. Dengan jualan yang sedikit, diakuinya masih harus mengeluarkan ongkos ojek yang mahal. Untuk itulah, pemerintah diharapkan bijak dan dapat mencarikan solusi yang terbaik bagi mama-mama ini.

“Kita jualan di Pasar Sentral tapi tidak laku, kita sudah demo, usulkan ke pemerintah, bapak-bapak dewan, tapi tidak pernah diakomodir, tolong perhatikan kami, kami rakyat kecil,” tegasnya.

Menjawab usulan dari mama-mama pedagang di eks Pasar Swadaya, anggota DPRD Yulian Salossa mengatakan usulan seperti inilah yang memang harus diungkapkan langsung oleh masyarakat. Dimana aspirasi dari masyarakat di Dapil 1 yang terdiri dari Kelurahan Kebun Sirih, Sempan, Otomona, Dinggo Narama, Perintis, Timika Indah dan Timika Jaya akan diteruskan kepada Pemda Mimika dalam hal ini Disperindag yang memang mempunyai kewenangan soal pengaturan pasar dan pedagang.

“Asirasi tentang pasar seperti inilah yang memang harus diungkapkan oleh mama-mama, karena kehadiran kami mendengar aspirasi dari kelurahan ini, baik jalan yang mau diaspal atau pembangunan drainase sudah kami tampung dan akan kami teruskan kepada pemerintah dalam hal ini Disperindag,” jelas Yulian.

Senada dengan itu, Ketua Komisi C, Elminus B Mom mengatakan ini adalah aspirasi murni dari masyarakat dan akan disampaikan ke pemerintah untuk pada tahun anggaran berikutnya apa yang menjadi harapan masyarakat bisa diakomodir.

“Usulan akan kami bawa, untuk solusi agar mama-mama bisa mendapatkan tempat yang layak berjualan. Bukan di eks Pasar Swadaya , tapi di lahan yang baru, ini akan kami sampaikan ke pemerintah agar di tahun anggaran yang baru bisa diperhatikan untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Anggota dewan lainnya, Martinus Walilo mengatakan tanah eks Pasar Swadaya ini sudah milik pemerintah. Keputusan terakhir tentang pasar ini ada di tangan Bupati. Maka Martinus berharap agar semua masyarakat turut mendoakan Bupati sehingga mempunyai kebijakan yang pro masyarakat.

“Semua keputusan ada di tangan Bupati. Doakan agar Tuhan dapat menjamah hati Bupati untuk menurunkan keputusan yang terbaik untuk masyarakat. Tapi kita akan sampaikan aspirasi ini kepada pemerintah,” ungkap Martinus.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C, Saleh Al Hamid mengatakan dalam menjaring aspirasi pada agenda reses ini, semua perwakilan dari kelurahan yang ada dan tidak sempat hadir diharapkan bisa memberikan usulannya secara tertulis dan diteruskan ke dewan.

“Saya berharap dari perwakilan kelurahan yang tidak datang, bisa masukan usulan ke dewan agar semua tercover untuk diteruskan ke pemerintah,” jelas Saleh.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *