oleh

Polres Mimika Sidik Penggelapan Puluhan Juta

TIMIKA- Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan uang tunai senilai 78.500.000 milik PT Mitra Karya, penyidik Satreskrim Polres Mimika, mulai melakukan penyidikan terhadap kasus terhadap tersangkan MM

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Mimika, Iptu Andi Suhidin, SH yang dikonfirmasi Radar Timika, Jumat (24/7) kemarin.

Dia mengatakan, tersangka MM kini telah diamankan di ruang tahanan Polres Mimika, guna keperluan penyidikan.

“Kita mulai periksa saksi-saksi guna keperluan keperluan penyidikan. Jadi berkasnya kita mulai siapkan berkas, untuk nanti kita kirim ke jaksa,”kata Iptu Andi.

Seperti diketahui bahwa tersangka MM diamankan Tim opsnal Satreskrim Polres Mimika lantaran diduga melakukan tindak pidana penggelapan uang tunai senilai Rp 78.500.000 milik PT Mitra Karya.

Pengungkapan kasus penggelapan itu bermula saat tersangka MM, mendatangi kantor Pelayanan Polres Mimika pada Senin (20/7) lalu, dengan tujuan melaporkan kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas) yang dialami oleh tersangka MM.

Dimana saat melaporkan kasus curas yang dialaminya, tersangka MM mengaku dirinya menjadi korban curas setelah dia selesai menarik uang tunai senilai Rp 78.500.000 milik PT Mitra Karya tempat dia bekerja di Bank BCA.

Polisi yang mendapatkan laporan terkait kasus curas yang awalnya dilaporkan oleh tersangka MM itu lalu melakukan pemeriksaan CCTV di seputaran Jalan Budi Utomo pada Selasa (21/7) lalu.

Akibat perbuatannya, tersangka MM dipersangkakan Pasal 372 KUHPidana yang berbunyi, “Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah”.

Kemudian Pasal 378 KUHPidana yang berbunyi, “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. Dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun”.

Serta Pasal 220 KUHPidana yang berbunyi,  “Barang siapa memberitahukan atau mengadukan bahwa telah dilakukan suatu perbuatan pidana, padahal mengetahui bahwa itu tidak dilakukan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan”. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *