oleh

Bandara Mozes Kilangin Kini Dilengkapi Thermometer Thermal Hikvision

TIMIKA – Protokol kesehatan di Bandara Mozes Kilangin sebagai salah satu akses masuknya penduduk, kini semakin diperketat dengan thermometer atau pemeriksaan suhu tubuh canggih tanpa kontak fisik dengan termoscan ‘Thermal Hikvision’ yang didatangkan langsung dari Jepang.

Alat yang kini digunakan di Bandara Mozes Kilangin sisi Utara dan Selatan ini yang merupakan pengadaan Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika, menawarkan pendekatan yang menggabungkan teknologi yang kompeten dan dapat menjadi pilihan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan thermometer sebelumnya.

Termoscan ini memiliki koneksi mudah tanpa kabel. Kamera genggam termografi dapat ditambahkan di pintu masuk untuk pemindaian suhu, sementara dengan antrian tambahan apabila terlalu banyak orang menunggu.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU), Ambar Suryoko saat ditemui di terminal kedatangan Bandars Mozes Kilangin, Minggu (26/7) saat sedang memperlihatkan Thermal Hikvision ini, mengatakan alat tersebut memiliki fungsi yang sama dengan thermometer sebelumnya atau termogan tembak. Namun termoscan atau Thermo Hikvision ini memiliki keunggulan yakni pendeteksiannya cepat dan lebih aman.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Jadi ini sangat membantu kita ketika orang yang baru datang kita tidak manual lagi seperti kemarin termo gan yang tembak satu-satu agak lama, tapi yang ini bisa berbarengan bisa terdeteksi. Ini sangat canggih. Kini kita juga sudah dilengkapi dengan disinfektan tember,” jelas Ambar.

Alat ini menawarkan banyak fleksibilitas dan efisiensi dalam penyaringan awal suhu permukaan kulit yang meningkat. Sehingga jika nanti ada penumpang yang terdeteksi diatas rata-rata lanjut Ambar akan menjadi tugas dari Tim Gugus Tugas untuk melokalisir.

Kasubag Program dan Keuangan BPBD, Ida Adriani mengatakan selain di bandara, alat ini juga rencananya akan ditempatkan di Pelabuhan Pomako.

“Kemarin kami sudah pasang di bandara lama sisi Utara dan rencana juga kemarin kami mau pasang juga di pelabuhan, cuma mungkin karena situasi lapangan, karena harus di bawah suhu rata-rata di dalam gedung jadi tidak mempengaruhi suhu tubuh,” kata Ida.

Ia mengatakan, pengadaan ini sudah dilakukan sejak awal terbentuknya Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pengendalian Covid-19, namun karena proses pengirimannya lama sehingga baru bisa tiba di Timika.

“Memang barangnya agak lama datangnya, kurang lebih tiga bulan. Kami pesannya dari Jepang. Dan untuk sementara karena tim teknisi dari penyedia baru sosialisasi kami jadi nanti kedepannya dikelola langsung oleh UPBU Mozes Kilangin,” tutupnya.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *