oleh

Harga Telur Diprediksi Naik Hingga Rp 70 Ribu

TIMIKA – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika, Yosefin Sampelino mengatakan dalam waktu dekat harga telur diprediksi akan naik hingga Rp 70 ribu per rak. Hal ini karena sebagian besar peternak mulai kesulitan mendapatkan Day One Chicken (DOC) atau bibit ayam yang selama ini didatangkan dari Surabaya.

Kesulitan ini kata Yosefin sudah mulai terjadi sejak awal pandemi Covid-19 karena adanya pembatasan sosial, dimana sejak saat itu pengiriman DOC juga tidak ada, sehingga DOC yang ada di Surabaya yang biasanya dikirim ke Timika untuk memenuhi permintaan peternak terpaksa harus diternak pemilik DOC sendiri dan bahkan banyak dari induknya yang terpaksa diafkir.

“Memang kita masih tetap kontrol harga dari kandang. Dan kita perkirakan akan naik jadi Rp 60 ribu dari harga Rp 55 ribu karena adanya peningkatan-peningkatan dan kesulitan DOCnya. Dan kita harapkan di pasar itu paling mahal Rp 70 ribu. Kalau ada yang Rp 65 ribu lebih bagus,” kata Yosefin saat ditemui di Hotel Horison Timika, Sabtu (25/7).

Selain karena kesulitasn DOC, hal lain yang menjadi alasan peternak berencana menaikkan harga telur adalah mulai meningkatnya harga pakan ayam yang memang sudah mulai naik dari tempat pengambilannya.

“DOC dan pakan kan memang kita ambil dari luar yah. Ada yang dari Sulawesi untuk pakan, tapi kalau untuk DOC memang hanya dari Surabaya,” sambungnya.

Namun sebelum para peternak sepakat untuk menaikkan harga, peternak lanjut Yosefin harus melakukan rapat terlebih dulu. Sehingga harga yang diputuskan pun tidak memberatkan masyarakat. Ketika kesepakatannya sudah ada, ia meminta agar para pedagang di pasar tidak mempermainkan harga dengan menaikkan harga telur jauh diatas harga pengambilannya dari kandang.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *