oleh

Kunjungi Bulog, Karantina Sosialisasikan UU 21 Tahun 2019

TIMIKA – Untuk menjalin sinergitas dan sekaligus mensosialisasikan undang-undang baru Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan yang merupakan perubahan dari UU Nomor 16 Tahun 1992, yaitu UU Nomor 21 Tahun 2019 pasal 35 ayat 1, Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Timika mengunjungi Bulog Timika, Selasa (28/7).

Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa setiap orang yang memasukkan dan atau mengeluarkan media pembawa dari suatu area ke area lain di dalam wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia, wajib melengkapi sertifikat kesehatan dari tempat pengeluaran yang ditetapkan oleh pemerintah pusat bagi hewan, produk hewan, ikan, produk ikan, tumbuhan dan juga produk tumbuhan.

Memasukkan dan atau mengeluarkan media pembawa melalui tempat pemasukan dan tempat pengeluaran yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan melaporkan dan menyerahkan media pembawa kepada pejabat Karantina di tempat pemasukan dan tempat pengeluaran yang ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk keperluan tindakan karantina dan pengawasan dan pengendalian.

“Karena selama ini setahu kami barang-barang yang ada di Bulog itu belum tersertifikasi. Saat ini kami diminta oleh teman-teman Karantina yang ada di lapangan untuk melakukan sosialisasi di sini. Oleh sebab itu kami lakukan sosialisasi terkait undang-undang baru Karantina ini,” kata Kepala Sub Seksi Pelayanan Operasional Karantina Pertanian Kelas 1 Timika, drh. Amirullah.

Ia menjelaskan, tujuan wajibnya sertifikasi tersebut adalah untuk mencegah masuknya Organisme Pegganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan juga mencegah OPTK tersebut keluar dari wilayah Timika dimana Bulog Timika, juga melayani pendistribusian beras ke dua kabupaten yakni Wamena dan Puncak.

“Untuk saat ini sudah ada dua sertifikasi yang terdeteksi, dan kami harap setelah ada koordinasi ini mungkin akan disertifikasi terus, karena pengeluaran beras dari Bulog Timika cukup banyak yang didistrubusikan ke daerah lain. Kalau pengiriman barang lain melalui perusahaan lain melalui ekspedisinya sudah bersertifikat dan biasanya ekspedisinya sendiri yang langsung mengurus ke Karantina. Jadi aman,” jelasnya.

Kepala Seksi Logistik Bulog Timika, Ariek Estyanto Indra Wibowo mengatakan kelengkapan dokumen sertifikat Karantina untuk Bulog merupakan hal yang baru. Namun setelah dilakukan koordinasi dengan pengangkut, ternyata dokumen tersebut sudah ada, tetapi karena Bulog tidak mengurus sampai ke angkutannya sehingga proses pengurusan dokumen sertifikat karantinanya pun kata Ariek ada di pengangkut.

“Selama ini saya berpikir tidak ada dokumen lain, ternyata saat saya koordinasi dengan pengangkut ternyata sertifikat itu lengkap. Ini saya baru tahu tentang dokumen sertifikasi karantina itu dari teman-teman Karantina Pertanian Timika,” tutupnya.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *