oleh

Pemerintah Diminta Serius Masalah Banjir Iwaka

“Masyarakat terisolir. Saya berharap Pemda serius, tanggap darurat, ini bencana dan harus serius ditangani,” ujar Karel.

TIMIKA – Melihat persoalan banjir yang ada di depan mata ini, Legislator PDIP, Karel Gwijangge berharap Pemda Kabupaten Mimika menggambil langkah serius untuk membantu masyarakat. Musibah banjir yang meluas sampai merusak jalan di sekitaran Kali Pindah-Pindah Jalan Trans Nabire ini menurutnya sudah harus masuk dalam kondisi tanggap darurat.

Karel di kantor DPRD Mimika, Senin (27/7) kemarin juga meminta Pemerintah Kabupaten Mimika untuk memperhatikan masyarakat yang berdomisili di Kampung Iwaka, di Jalan Trans Nabire harus diungsikan akibat dampak dari banjir yang menggenangi tempat tinggalnya. Sebab, selain tempat tinggal, banjir juga sudah merendam kebun dan berbagai fasilitas di beberapa kampung yang ada di Distrik Iwaka.

“Masyarakat terisolir, saya berharap Pemda serius, tanggap darurat, ini bencana dan harus serius ditangani,” ujar Karel.

Pemerintah sebutnya, diharapkan tidak hanya jadi penonton saja. Pemerintah diminta untuk segera menyalurkan bantuan mulai dari makanan, pakaian sampai kebutuhan bayi. Kemudian, langkah selanjutnya sebut Karel, adalah memindahkan masyarakat yang terdampak banjir ini ke tempat yang lebih layak lagi.

Lanjutnya, untuk mengantisipasi dampak banjir yang sudah menjadi langganan setiap tahunnya ini, pemerintah sudah harus membangun kanal. Dengan pertimbangan struktur tanah rawa, dataran rendah akan sangat rentan dari banjir.

“Saya lihat ke depan ini kita tidak bisa tahan lagi, kita tidak aman, kapan saja bisa banjir, jadi harus bangun kanal,” ujar Karel.

Lanjutnya, dengan curah hujan yang cukup tinggi ini, memang tetap akan rawan dengan banjir. Masyarakat di Iwaka sebutnya, setiap tahun merasakan dampak banjir ini.

Pemerintah jelasnya, diharapkan bisa segera merealisasikan bantuan dan merelokasi masyarakat setempat ke tempat yang lebih aman. Pemindahan masyarakat sebutnya, bukan di sekitar sungai, sebab tetap akan rawan banjir.

“Kita rawan sekali, tidak aman dari banjir, kalau untuk sekarang kita ungsikan dulu masyarakat, coba pindahkan dulu di tempat yang layak seperti di kantor distrik Iwaka dan sekitarnya dan di gedung Eme Neme juga bisa,” imbuh Karel. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *