oleh

Tiga Hari Hilang, Ditemukan Tersangkut Akar Bakau

Isak Tangis Keluarga Iringi Kepergian Almarhum

SORONG – Tiga hari sejak hilangnya Nanda Abyan, bocah berusia 6 tahun yang hanyut terseret derasnya arus banjir di sungai Harapan Indah pada Sabtu (25/7) pagi, jasad korban akhirnya ditemukan pada Senin (27/7) siang di Pulau Soop. Jasad Aby sapaan akrab korban ditemukan warga dalam keadaan tersangkut akar pohon bakau, selanjutnya warga kemudian melapor kepada pihak terkait.

Staf operasi Rescuer Pencarian Basarnas Sorong Marthinus Pebrian mengatakan, kronologis penemuan jasad Nanda Abyan (6), awalnya Tim Basarnas Sorong menerima informasi bahwa jasad korban telah ditemukan di sekitar hutan bakau di Pulau Soop. “Awalnya kami menerima informasi sekitar pukul 13.45 WIT, bahwa warga telah menemukan jasad korban tersangkut di sela-sela pohon bakau di Pulau Soop,” ungkap Pebrian.

Setelah menerima informasi tersebut, Tim Basarnas terlebih dahulu melakukan pengecekan terkait kebenaran informasi tersebut. Tim Basarnas dengan menggunakan dua rubber boat langsung menuju lokasi untuk memastikan apakah betul jasad yang ditemukan adalah jasad Nanda Abyan atau bukan.

“Warga yang menemukan langsung mengevakuasi jasad korban ke kampung di Pulau Soop. Setelah mendapatkan dokumentasi dari Tim Polair berupa gambar yang menyatakan bahwa jasad tersebut adalah benar merupakan jasad Nanda Abyan sesuai dengan ciri-ciri terakhir yaitu menggunakan baju dan celana biru, baru kemudian Basarnas dibantu Tim dari Polair melakukan evakuasi jasad korban dari Pulau Soop ke Kota Sorong dengan menggunakan perahu karet,” bebernya.

Febrian menambahkan, sebelum ditemukan, dihari ketiga pencarian dimulai pukul 06.30 WIT dengan menggunakan rubber boat, tapi sampai pukul 11.00 WIT belum membuahkan hasil. Beruntung warga Pulau Soop berhasil menemukan jasad Abyan.

Usai dievakuasi, jasad almarhum kemudian dibawa menuju rumah duka. Tak dipungkiri kedatangan mobil ambulans yang membawa jasad almarhum sontak mengundang pecahnya tangisan orang tua dan kerabat dekat almarhum. Suasana rumah duka tampak penuh sesak oleh kerabat dan tetangga almarhum.

Tangis sedih ibunda almarhum bahkan saat mengiringi kepergian almarhum Nanda Abyan yang hendak dibawa ke menuju peristirahatan terakhir, sang ibunda masih tampak lemas dan terus menangisi kepergian anak tunggalnya tersebut.

Di rumah duka, hadir pula salah satu anggota DPD RI, Sanusi Rahaningmas yang turut melepas kepergian almarhum. Sanusi dalam pencerahan singkatnya meminta agar seluruh masyarakat dan kerabat memaafkan segala salah dan khilaf almarhum sehingga bisa berpulang dengan tenang.

Sementara itu, tetangga korban yang mengaku tinggal tak jauh dari rumah almarhum mengatakan, Nanda Abyan merupakan anak yang periang. Diketahui, keluarga almarhum pun termasuk orang baru di kompleks tersebut.

“Saya sebenarnya tidak terlalu akrab dengan keluarga almarhum, karena mereka juga belum lama disini. Tapi saya sering melihat almarhum anak ini sering main dengan anak saya dan teman-teman yang lain. Menurut saya, almarhum ini anaknya periang, baik, yang jelas tidak seperti anak yang bandel. Kami semua juga tidak ada yang menyangka ini terjadi, tapi sudah jadi kehendak Tuhan, mau bagaimana lagi? Ya intinya kita sama-sama berdoa supaya dosa almarhum diampuni dan keluarga juga diberikan ketabahan supaya bisa lebih ikhlas melepas kepergian almarhum Nanda Abyan,” tuntasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *