oleh

Wabup: Banjir Sudah Berdampak Pada4 Distrik

Banjir Dipicu Kerusakan Hutan

TIMIKA – Aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan Distrik Iwaka, sudah berlangsung cukup lama. Ditambah lagi dengan kemunculan salah satu perusahaan perkebunan kepala sawit yang secara otomatis melakukan penebangan. Inilah yang diduga menjadi penyebab banjir di empat distrik di Kabupaten Mimika.

Sungai Watauka atau lazim disebut Kali Pindah-Pindah yang mengalir dari wilayah pegunungan meluap membawa material bebatuan hingga kayu. Warga menyebut ada lima aliran anak sungai yang akhirnya menyatu dan semuanya bermuara ke Iwaka.

Material bebatuan dan kayu yang terbawa air mengakibatkan pendangkalan di muara. Derasnya aliran sungai menghempas badan jalan hingga terputus. Sekitar 100 meter badan Jalan Trans Papua ruas Timika-Nabire di sekitar Kilometer 90 sampai 91 (titik nol dari Simpang Tiga Gereja Katedral Tiga Raja) amblas. Bahkan diprediksi bisa terus melebar jika hujan masih terus mengguyur.

Wabup Mimika, John Rettob, SSos MM bersama Kepala Distrik Iwaka, Wens Mitoro memantau jalan Trans Papua ruas Timika-Nabire yang teputus karena diterjang banjir, Senin kemarin.

Putusnya akses membuat sekitar 200 kepala keluarga Kampung Kyura Gunung, Distrik Mimika Barat terisolir. Ditambah lagi sebagian warga Kampung Iwaka, Distrik Iwaka dan Kampung Mimika Gunung, Distrik Kuala Kencana.  Ini adalah dampak terparah.

Namun soal banjir, bukan kali pertama dirasakan oleh warga Kampung Iwaka serta Warga Kampung Mioko dan Aikawapuka, Distrik Mimika Tengah yang setiap tahun menjadi langganan banjir karena merupakan muara Sungai Watauka.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM meninjau langsung kondisi jalan yang terputus, Senin (27/7) kemarin. Kepala Distrik Iwaka, Wens Mitoro yang ikut mendampingi menyebut sejumlah kampung yang masuk di empat distrik kini terdampak.

Soal jalan kata Wabup Rettob, karena itu merupakan jalan nasional yang ditangani langsung oleh pusat maka ia akan berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Satker Pelaksana Jalan Nasional Timika.

Pekan lalu diungkapkan Wabup sempat bertemu Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo dan sudah membahas soal kelanjutan jalan nasional di Mimika. Namun diluar dugaan, efek banjir yang begitu besar ternyata memberikan dampak yang besar pula.

Banjir memang bencana alam. Tapi Wabup Rettob meyakini bencana terjadi karena ulah manusia salah satunya penebangan hutan. Bahkan bisa juga karena perkebunan sawit. “Saya kira itu semua. Banjir itu disebabkan pasti dari hulu karena tidak ada resapan. Kalau tidak terjadi resapan air akan muncul banjir. Yang terjadi di muara akan terjadi pendangkalan. Ini yang menyebabkan, penebangan pohon, penggundulan hutan. Itu bisa menyebabkan,” tuturnya di sela-sela kunjungannya.

Perkampungan warga di Mioko, Aikawapuka dan Iwaka saat ini dikatakan Wabup terendam air setinggi satu meter. Meskipun sudah berangsur surut, namun tetap waspada karena curah hujan tetap tinggi.

Jadi kata Wabup, akibat luapan sungai ini membawa dampak besar bagi Mimika terutama empat distrik. Masyarakat terisolir karena akses jalan terputus ditambah lagi banjir. Sehingga Pemda Mimika akan melakukan penanganan khususnya penyediaan bahan akanan. “Terhadap jalan yang putus kita koordinasi dengan pusat. Masyarakat yang terdampak jadi tanggungjawab Pemda,” tandasnya.

Di sepanjang jalan Trans Papua ruas Timika-Nabire terdapat beberapa titik rawan. Jalan sewaktu-waktu bisa amblas. Wabup Rettob juga prihatin dengan perubahan alih fungsi hutan di sepanjang jalan. Pohon ditebang dan sudah berubah menjadi daerah perkebunan. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *