oleh

Bupati Bagikan Perahu dan Alat Tangkap untuk Nelayan OAP

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perikanan kembali menyalurkan bantuan alat tangkap kepada nelayan. Bantuan yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2020 itu diserahkan oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH di Pangkalan Pendaratan Ikan Pomako, Rabu (29/7) kemarin, didampingi Kepala Dinas Perikanan, Leentje Siwabessy.

Turut hadir dalam acara penyerahan bantuan Wakil Ketua DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme serta para anggota DPRD Mimika, perwakilan Forkopimda dan para pimpinan organisasi perangkat daerah serta masyarakat nelayan.

Bupati Eltinus Omaleng ketika menyerahkan bantuan mengatakan, ini merupakan salah satu penjabaran visi dan misinya untuk lima tahun kedepan, yaitu menjadikan Mimika Cerdas, Aman, Damai dan Sejahtera. Maka sudah menjadi tanggungjawab Pemda untuk merubah kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera.

Dinas Perikanan kata Bupati Omaleng, melakukan pengadaan sarana dan prasarana penangkapan ikan skala kecil untuk diberikan kepada nelayan sebagai bantuan, merupakan bentuk dukungan Pemda kepada masyarakat nelayan yang pada umumnya digeluti orang asli Papua untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di pesisir Mimika.

Dengan pemberian bantuan diharapkan nelayan bisa menggunakan dengan baik sehingga bisa meningkatkan hasil tangkapan yang muaranya pada perbaikan dan peningkatan penghasilan dan kesejahteraan para nelayan di pesisir dengan memanfaatkan sumber daya perikanan tangkap di Mimika.

Berdasarkan laporan Kepala Dinas Perikanan Mimika, Leentje Siwabessy bahwa Mimika yang berbatasan langsung dengan Laut Arafura masuk dalam zona 718 wilayah pengelolaan perikanan dengan potensi perikanan tangkap sebesar 2,78 juta ton per tahun. Sehingga Mimika memiliki peluang untuk memanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.

Untuk menopang sektor perikanan di Mimika, Pemda Mimika setiap tahun memberikan bantuan kepada nelayan dengan menggunakan anggaran baik dari APBD, Dana Otsus, Dana Alokasi Khusus serta bantuan Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Dalam kurun tiga tahun terakhir, bantuan untuk perikanan budi daya diberikan kepada 58 Rumah tangga Perikanan (RTP) dan 39 kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) yakni berupa 142.236 ekor benih ikan lele dan nila. 72 ribu ton pakan serta 117 kolam terpal, 97 alkon, 67 pompa air dan peralatan budi daya lainnya.

Sementara bagi nelayan perikanan tangkap, bantuan diberikan kelompok nelayan dan koperasi. Dimana 106 kelompok nelayan dan 5 koperasi sudah meneria bantuan sebanyak 117 perahu mesin ketinting dan peralatan tangkap 101 perahu mesin 15 PK. Ada pula 23 unit perahu peralatan tangkap dari SKPT Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Tidak hanya itu sarana pengolahan ikan juga diberikan kepada 14 kelompok pengolah ikan berupa 13 buah freezer 8 coolbox dan alat pengolahan lainnya. Juga mobil berpendingin untuk koperasi perikanan. 2 unit cold storage masing-masing dengan kapasitas 100 ton yang dikelola Koperasi Mbiti dan 200 ton yang dikelola PT Perinus kerjasama Pemda Mimika. Serta pembangunan dermaga apung untuk nelayan 6 GT.

Bantuan ini kata Leentje mampu mendongkrak produksi perikanan. Pada Tahun 2016 hanya 7.312 ton namun sepanjang Tahun 2020 sudah mencapai 44.452 ton. Ini juga berdampak pada penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun 2016 hanya Rp 65 juta dan pada semester pertama Tahun 2020 sebanyak 495 juta.

Kemarin, Pemda kembali menyerahkan alat tangkap kepada koperasi perikanan dan kelompok nelayan berupa 4 unit perahu bermesin 15 PK dengan alat tangkap jaring gilnet, cool box, pelampung dan lainnya. Bantuan diserahkan kepada koperasi perikanan di Kampus Biru, Distrik Mimika Tengah dan Kelompok Nelayan di distrik Mimika Barat dengan anggaran sebesar Rp 500 juta. 2 unit perahu dan alat tangkap dari DAK sementara dalam tahap pengerjaan. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *