oleh

Kadinkes Prediksi Covid-19 Tak Akan Hilang di Mimika

TIMIKA – Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Mimika cukup tinggi. Kasus baru juga masih terus bermunculan. Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra yang merupakan seorang ahli epidemiologi prediksi Covid-19 di Mimika tidak akan hilang atau menyentuh angka 0 (nol).

Pada Rabu (29/7) kemarin, ada tambahan 8 kasus baru dan 4 pasien yang dinyatakan sembuh. Reynold Ubra yang ditemui di Pomako ketika menghadiri salah satu kegiatan mengatakan dalam dua minggu terakhir sebagian besar kasus yang ditemukan bukan kasus lokal tapi dari pelaku perjalanan. Sebab akses sudah dibuka baik udara maupun laut.

Angka reproduksi efektif Covid-19 di Mimika berada di angka 1 sampai 1,5. Diungkapkan Reynold, jika melihat jumlah persentase positif yang diperiksa itu di bawah 5 persen. Sehingga menurutnya penerapan new normal di Mimika bisa terus dilanjutkan.

Memang lanjutnya, yang harus dipersiapkan adalah strategi dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk pelaksanaan new normal. Dinkes tidak bisa bekerja sendiri dan harus melibatkan semua sektor. Seperti di fasilitas umum misanya pasar dan pertokoan tidak bisa hanya ditangani oleh Dinkes sendiri.

Kesiapsiagaan pemerintah daerah kata Reynold sudah sangat siap terutama fasilitas kesehatan. Namun di era new normal bukan hanya soal kesehatan tapi berbagai sektor. “Kita lihat masyarakat memang belum siap secara nasional, tidak disiplin. Tapi kita harus keluar dari situasi ini dan kampanye 3M (Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) harus dilakukan,” kata Reynold.

Angka reproduksi efektif Covid-19 di Mimika sekarang berada di angka 1 sampai 1,5. Menurut Reynold ini tidak terlalu mengkhawatirkan seperti tiga bulan sebelumnya. Apalagi temuan kasus baru sebagian besar adalah kasus impor. Tracing sudah dilakukan dan semua kontak erat diperiksa dan hanya satu yang positif.

“Tapi tetap kewaspadaan dua kali lipat menjadi sangat penting supaya tidak ada gelombang kedua. Saya prediksi kasus ini tidak akan sampai ke titik 0 (nol). Setiap saat akan ada. Apalagi pergerakan manusia. Pelaku perjalanan dan di dalam kota timika sendiri juga aktivitas ekonomi sudah berjalan normal. Sehingga new normal membawa semangat masing-masing bertanggungjawab untuk tidak tertular,” terangnya.

Dalam dua minggu terakhir, tim gugus tugas melakukan testing kepada penumpang yang baru tiba di Timika. begitu juga karyawan dari Tembagapura harus PCR test. Begitu tiba di Timika, tim terhubung dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan, jadi pemantauan tetap dilakukan. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *