oleh

Disnak dan Keswan Periksa Pemotongan Kurban di 49 Lokasi

TIMIKA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak dan Keswan) Mimika melaksanakan agenda post mortem pada pemotongan hewan kurban di Idul Adha 1441 Hijriyah, Jumat (31/7). Post mortem dilaksanakan, guna memastikan kondisi hewan kurban yang sehat dari dalam dan secara fisik harus lengkap dengan pemeriksaan ante mortem yang sudah dilakukan sebelumnya.

Kadisnak dan Keswan Mimika, Ir Yosephine Sampelino menyebutkan tempat potong hewan kurban terdiri dari 3 Tempat Pemotongan Hewan, di 35 masjid dan 11 Musholla, Yayasan Hidayatullah, yayasan Islam lainya, tempat pribadi dan BUMN.

Dikatakan, kegiatan post mortem ini dilakukan setelah pemeriksaan ante mortem dilakukan pada pekan lalu. Post mortem dilakukan guna memastikan hewan kurban sehat. Pada pemeriksaan ante mortem, dari 229 hewan kurban yang diperiksa memenuhi syarat untuk dikurbankan. Dan pada post mortem, dilakukan guna melihat bagian dalam hewan kurban apakah sehat, karena tidak tertutup kemungkinan ada cacing.

“Kita lakukan post mortem ini untuk memastikan apakah di dalam tubuh hewan kurban ini ada cacing dan tetap diawasi bahwa hewan kurban ini benar-benar layak untuk dikurbankan,” jelas Yosephine.

Di tahun 2020 pada masa new normal kata Yosephine, semua tempat pemotongan hewan kurban, dilaksanakan sesuai dgn protokol kesehatan yakni panitia pemotongan menggunakan masker, tidak ada kerumunan orang yang menonton terutama anak-anak, menjaga jarak dan sering cuci tangan dengan sabun.

Hal ini juga sesuai dengan Surat Edaran Ditjen Peternakan, yakni pemotongan kurban dilakukan di tempat pemotongan hewan kurban yakni ada 3 lokasi. Dan tidak menutup kemungkinan pelaksanaan pemotongan di masjid, yayasan dan pribadi. Namun, semuanya harus tetap mengacu pada penerapan protokol kesehatan.

Pada pemeriksaan post mortem ini, jika ditemukan adanya jeroan sapi maupun kambing, maka diarahkan untuk tidak dibagi. Namun, untuk dagingnya tetap bisa dibagi. “Kalau ada cacing di hati sapi tidak boleh dikonsumsi, namun dagingnya tetap bisa, hati yang mengandung cacing harus dibuang,” imbuh Yosephine.

Pemeriksaan post mortem sendiri direncanakan masih akan berlangsung sampai Senin (3/8) mendatang.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *