oleh

Pemda akan Normalisasi Sungai dan Bangun Tanggul

Di Jalan Trans Nabire

TIMIKA – Sebagai langkah penanganan terhadap bencana banjir di Distrik Iwaka, tepatnya di Jalan Trans Papua ruas Timika-Nabire, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika akan berkolaborasi dengan pemerintah pusat serta pihak swasta.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH pada Kamis (30/7) pagi lalu didampingi Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Robert Mayaut serta Kepala BPBD, Yosias Lossu memantau langsung lokasi bencana, dimana akses jalan terputus setelah diterjang luapan sungai.

Usai kunjungan ke lapangan, Bupati langsung mengumpulkan OPD teknis, instansi terkait termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Satker Pelaksana Jalan Nasional Timika serta pihak swasta diantaranya PT Pusaka Agro Lestari, PT Freeport Indonesia dan perusahaan jasa kontruksi yang berbasis di Jalan Trans Nabire.

Bupati Eltinus Omaleng menyebut total ada sekitar 1 kilometer jalan yang harus diperbaiki agar akses bisa kembali terhubung.  Namun soal jalan karena merupakan jalan nasional, maka akan ditangani oleh Kementerian PUPR.

Sementara untuk mencegah banjir, Pemda Mimika akan melukan normalisasi sungai untuk mengembalikan aliran sungai ke alur sebelumnya. Tidak seperti sekarang, karena luapan air yang akhirnya membentuk aliran baru yang mengambil badan jalan.

Ditambahkan Plt Sekda Mimika, Nicolaas Kuahaty usai pertemuan di Hotel Grand Mozza di hari yang sama, Bupati sudah menetapkan status bencana alam untuk kejadian di Distrik Iwaka, termasuk di Jalan Trans Nabire.

Untuk itu langkah penanganan akan segera dilakukan yaitu normalisasi sungai. Tidak hanya itu Pemda Mimika juga akan membuat tanggul. “Pemda Mimika dalam penanganan mendesak, tadi Pak Bupati sudah putuskan akan ditangani oleh Dinas PUPR untuk normalisasi sungai dengan terlebih dahulu BPBD mengusulkan kepada kepala daerah untuk dana penanganan bencana. Karena dasarnya Pak Bupati telah menetapkan status bencana alam,” ujar Nicky sapaan akrab Nicolaas.

Pemda Mimika bersama Kementerian PUPR juga akan berupaya melakukan perbaikan terhadap jalan yang terputus agar akses dari dan ke Kota Timika bisa kembali pulih meskipun hanya sebatas fungsional dan belum efektif seperti sebelumnya.

Namun ditegaskannya, dalam penanganan dampak dan pemulihan tidak hanya oleh pemerintah baik kabupaten maupun pusat, tapi juga pihak swasta. Terutama yang beroperasi di sepanjang Jalan Trans Nabire. Mulai dari perusahaan perkebunan sawit, perusahaan kayu hingga perusahaan konstruksi baik yang mendirikan AMP maupun mengambil material batu dan pasir.

Selain pendekatan secara teknis, sesuai masukan dari masyarakat setempat akan dilakukan pendekatan etnografi atau pendekatan sosial budaya. Untuk jangka panjang, Pemda melalui Bappeda akan melakukan kajian terhadap kawasan terdampak. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *