oleh

Umat Diajak Tingkatkan Kesabaran di Masa Pandemi

Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 H

TIMIKA – Meskipun dibawah guyuran lembut hujan, namun pelaksanaan Salat Idul Adha di beberapa masjid di Timika pada Jumat (31/7) pagi kemarin tetap berlangsung dengan khusuk dan lancar. Di Masjid Agung Babussalam misalnya, para jamaah tetap semangat dan berbondong-bondong untuk mengikuti salat yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti dengan memakai masker dan pemeriksaan suhu kepada jamaah yang hendak memasuki area masjid.

Salat Id di Masjid Agung Babussalam, dipimpin oleh Ustadz H Nur Alam sebagai Imam dan Ustadz H M Tahir, Lc sebagai khatib. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan panitia menyediakan tempat salat bagi umat baik di dalam masjid, pelataran hingga aula serba guna Babussalam.

Dalam khutbahnya, Ustadz H M Tahir menekankan pada ajakannya kepada setiap umat muslim untuk meneladani sikap taqwa dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS yang mengurbankan putranya, Nabi Ismail AS untuk disembelih karena mengikuti perintah Allah SWT. Meskipun, Allah SWT kemudian mengganti Nabi Ismail dengan seekor hewan sesaat sebelum disembelih.

Keikhlasan Nabi Ibrahim inilah yang patut diteladani terlebih khusus di masa pandemi Covid-19 ini. Di mana, umat muslim harus terus banyak berdoa, berserah diri dan bersabar. Di masa ini tidak menjadi penghalang untuk meneladani sikap Nabi Ibrahim AS.

Ustadz Tahir juga mengajak umat Muslim untuk terus mengingat keluarga yang sudah terlebih dahulu mendahului,  terutama kepada orang tua.  Anak-anak yang sedang menuntut ilmu di tanah rantau, anak-anak yatim piatu yang sudah tidak mempunyai orang tua. Suasana ini kata Ustadz H Tahir, memang berbeda dibanding tahun lalu, karena pandemik covid-19, ibadah haji pun sangat dibatasi.

Di moment Idul Adha sebutnya seperti adanya Nabi Ibrahim AS yang berdoa untuk dikaruniai anak saleh. Ketika usianya semakin tua, Allah SWT mengabulkan doanya, dengan memberikan anak laki-laki, Nabi Ismail AS. Puluhan tahun meminta doa agar diberikan anak, ini mengajarkan umat Muslim untuk terus bersabar.

“Seperti pada pandemik ini, kita harus terus berdoa, ikhtiar dengan mematuhi protokol kesehatan,” ujar Ustadz H M Tahir.

Keluarga Nabi Ibrahim mengajarkan ketaqwaan dan sikap ikhlas dengan sangat baik. Ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk mengurbankan anaknya. Padahal, anak tersebut sudah dinantikannya selama puluhan tahun, namun karena cinta dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, maka dilaksanakanlah perintah tersebut.

Di sisi lain, sang putra, Ismail justru meyakinkan orang tuanya agar mengikuti perintah Allah dengan mengurbankannya. Meskipun, Allah SWT kemudian mengganti Nabi Ismail dengan seekor hewan sesaat sebelum disembelih.

“Inilah yang harus kita teladani dengan keikhlasan, kesabaran dan ketaatan Ibrahim kepada Allah SWT,”seru Ustadz H M Tahir.

Pada pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini, memang berbeda dibandingkan dengan tahun lalu. Di masa pandemik covid-19, umat Muslim yang datang tetap menggunakan masker dan membawa sajadah sendiri.

Pada Idul Adha tahun ini,  Masjid Agung Babussalam mendapat 7 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Selain dari jamaah, sapi diantaranya diberikan oleh Ketua DPRD Robby Kamaniel Omaleng sebanyak 2 ekor, Wakil Bupati Johannes Rettob sebanyak 1 ekor sapi, Satgas Nemangkawi sebanyak 3 ekor sapi, 1 dari Telkomsel dan 1 dari jamaah.

Sementara itu, pada masjid lainnya, yakni Masjid Baiturrahman, Kelurahan Wonosari Jaya SP 4, pelaksanaan Salat Id dilaksanakan di halaman masjid, lokasi yang direncanakan sebagai tempat pembangunan masjid yang baru. Kendati demikian, jamaah tetap khusuk mengikuti rangkaian salat meskipun sedang gerimis. Salat Id di masjid ini dipimpin oleh Ustadz Jamal selaku Imam merangkap Khatib.

Pelaksanaan rangkaian salat di masjid ini juga tetap mengikuti protokol kesehatan. Jarak antar jamaah yang tidak berdekatan hingga menggunakan masker. Sebagian besar jamaah tidak mempersoalkan protokol kesehatan tersebut karena memang masih dalam masa pandemi. Namun, ada juga jamaah yang merasa tidak terbiasa dengan pelaksanaan salat dengan shaf yang tidak saling berdekatan. (ami/dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *