oleh

New Normal Diperpanjang, Pemda Bentuk Pokja untuk Menegakkan Protokol Covid-19

TIMIKA – Adaptasi hidup baru atau new normal di Mimika kini memasuki fase ketiga setelah diesepakati oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, dalam hal ini Bupati Eltinus Omaleng, SE MH bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rapat bersama di Hotel Grand Mozza, Senin (3/8) kemarin.

Tidak banyak yang berubah dari sisi kebijakan yang dituangkan dalam surat Kesepakatan Bersama Nomor 443.1/1079 tentang Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Mimika.

Ada penambahan terkait mobilitas pelaku perjalanan. Dimana semua pintu masuk akan semakin diperketat, baik regional seperti akses dari dan ke Tembagapura, maupun pelaku perjalanan yang menggunakan jasa pesawat terbang dari Makassar, Jayapura, Jakarta dan Denpasar.

Namun satu hal yang baru yaitu pembentukan kelompok kerja (Pokja) yang akan melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan, pengendalian dan penanggulangan Covid-19 kepada masyarakat. Pokja akan dibentuk sehari setelah penandatangan kesepakatan bersama.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH melalui Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra menjelaskan konsen dari Pokja adalah penerapan protokol kesehatan. Beberapa organisasi perangkat daerah akan dilibatkan termasuk unsur TNI, Polri dan Satpol PP.

Instansi terkait  bertugas mengamati, mengawasi dan memberikan arahan kepada seluruh aktivitas di ruang publik. Seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mengatur dan menjaga protokol kesehatan di tempat-tempat umum yang sifatnya jasa industri dan perdagangan. Kemudian Dishub pada pintu masuk baik pelabuhan udara maupun laut serta transportasi umum.

“Kita tahu ekonomi Mimika harus tetap dijaga, karena itu ada tim kecil yang nanti bekerja. Tentu saja ada unsur TNI, Polri, kemudian Satpol PP tentu saja akan memimpin,” jelasnya.

Status bencana Covid-19 di Mimika lanjut Reynold masih tanggap darurat mengikuti keputusan Presiden. Kebijakan new normal didasarkan pada beberapa indikator. Salah satunya angka reproduksi efektif Covid-19. Di Mimika memang masih di angka 1,9 atau satu orang menularkan hampir ke dua orang.  Sehingga new normal diberlakukan di Kota Timika sedangkan Tembagapura masih ada pembatasan. Dimana setiap pelaku perjalanan dari dan ke Tembagapura harus tetap dengan PCR.

Dalam pertemuan juga diungkapkan Reynold, Bupati mengarahkan agar dilakukan tes PCR massal. Oleh PTFI akan dipertimbangkan. Menurut Reynold, tes PCR massal sangat baik untuk bisa mengetahui gambaran sesungguhnya.  Bukan hanya menyasar karyawan yang akan cuti tapi juga kepada semua karyawan.

Kasus Covid-19 di Mimika juga masih bertambah. Kemarin sudah mencapai 561 kasus. Dijelaskan Reynold, sebagian besar adalah kasus impor dalam hal ini Klaster Surabaya dan Makassar. Sisanya Klaster Tembagapura. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *