oleh

Total Rp 12 Miliar BST Sudah Disalurkan

TIMIKA – Bantuan Sosial Tunai (BST) yang digulirkan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial sebagai dampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Mimika, sudah disalurkan. Total ada 20.076 keluarga penerima manfaat dengan nilai bantuan sebesar Rp 12.045.600.000.

Keluarga penerima manfaat dari 12 distrik pesisir yang sempat tertunda juga akhirnya disalurkan. Pencairannya tidak seperti penerima dari distrik seputar kota Timika yang dilakukan dalam tiga tahap tapi sekaligus.

Penyerahan dilakukan secara simbolis di Kantor Pusat Pemerintahan, SP 3 pada Selasa (4/8) kemarin oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari bersama Kepala Kantor Pos Timika, Ronald Luarmasse dan Kepala Dinas Sosial, Petrus Yumte.

Bantuan diterima oleh para kepala distrik untuk selanjutnya bertanggungjawab menyalurkan kepada masyarakat penerima. Diantaranya Distrik Mimika Barat, Mimika Barat Tengah, Mimika Barat Jauh, Mimika Tengah, Mimika Timur Jauh, Agimuga, Jita, Tembagapura, Amar, jila, Hoeya dan Alama.

Asisten 1 Setda Mimika, Yulianus Sasarari dalam sambutannya mengatakan untuk melakukan penyelamatan atas kondisi penurunan pertumbuhan ekonomi dan penurunan kesehatan rakyat maka pemerintah mengambil kebijakan lewat jaring pengaman sosial dengan memberikan beberapa jenis bantuan termasuk BST.

BST kata dia, adalah bantuan yang bersumber dari Kementerian Sosial untuk membantu meringankan beban masyarakat dan menjaga daya beli masyarakat. Keluarga yang menerima bantuan sosial tunai adalah keluarga yang selama ini tidak menerima bantuan sosial lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai serta BLT yang diberikan kepada keluarga atau kelompok masyarakat yang kurang mampu dan bersifat saling melengkapi atau komplementer.

“Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya kepada kepala distrik, karena ini uang negara sehingga ketika para Kadistrik menerima uang harus melibatkan Danramil dan Kapolsek. Bantuan ini harus sampai kepada penerima di kampung, ini yang harus jadi catatan bagi 12 kepala distrik, sehingga tidak timbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Sasarari ketika menyampaikan sambutan.

Kepala Dinas Sosial Mimika, Petrus Yumte menambahkan, kuota BST yang tersebar di 18 distrik sebanyak 8.549. Dimana sekitar 4 ribu penerimanya adalah orang asli Papua yang diusulkan oleh Pemda Mimika melalui Dinsos.

Persoalannya lanjut Petrus Yumte, dalam penanganan bantuan sosial kepada warga miskin, tidak ada data yang valid. Siapa yang berhak dan tidak untuk menerima. Banyak warga mampu yang masih menerima seperti karyawan PTFI, PNS. Sedangkan warga yang sebenarnya miskin dan membutuhkan justru tidak terdaftar sebagai penerima.

“Ini data kita yang salah, karena itu tugas kita sama-sama pemerintah daerah terutama kepala distrik. Kedepan mari kita perbaiki data ini melalui mekanisme musyawarah kampung dan kelurahan, supaya kita sama-sama memvalidasi siapa yang berhak dapat,” terangnya.

Kepala Kantor Pos Timika, Ronald Luarmasse menambahkan BST sudah disalurkan sejak 27 Mei 2020 dan berakhir 28 Juli 2020. Ada batas waktu yang ditetapkan Kemensos untuk masing-masing tahap. Di Mimika penyalurannya sendiri terlambat karena data penerima baru diterima pada akhir Mei.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *