oleh

Curah Hujan Juli 2020, Tertinggi dalam 32 Tahun

Bulan Agustus Masih akan Dilanda Hujan

“Jadi itu membuat awal-awal Agustus ini tidak hujan. Tetapi perlu diwaspadai, bahwasanya musim hujan atau hari-hari hujan akan tetap berlangsung di Bulan Agustus,” jelas Tesla.

TIMIKA – Puncak curah hujan di Mimika pada Tahun 2020 telah berakhir pada Bulan Juli lalu. Dimana intensitas curah hujan mencapai 1.167 milimeter (mm) sehingga menyebabkan banjir dan longsor di beberapa daerah. Curah hujan ini jauh dari perkiraan awal atau keadaan normal hujan di Mimika sejak 32 tahun terakhir yang hanya 670-an mm.

Puncak hujan ini memang selalu terjadi pada bulan tersebut dan mulai cenderung menurun pada awal Bulan Agustus sebagaimana yang sudah mulai terjadi sejak beberapa hari terakhir, dimana intensitas hujan sudah mulai menurun dan diprediksi akan belangsung selama 10 hari kedepan. Hal ini terjadi karena adanya siklon tropis yang menyebabkan massa udara atau awan akan terseret ke arah utara.

“Jadi itu membuat awal-awal Agustus ini tidak hujan. Tetapi perlu diwaspadai, bahwasanya musim hujan atau hari-hari hujan akan tetap berlangsung di Bulan Agustus,” jelas Prakirawan BMKG Mimika, Tesla Kadar Pzikiro yang bertugas pada Selasa (4/8) kemarin, saat ditemui Radar Timika.

Perkiraan masih akan berlangsungnya hujan di Bulan Agustus ini, terjadi karena posisi matahari yang masih berada di Utara dan akan menuju ke ekuator, sehingga menyebabkan pola arah angin masih akan seperti pada Bulan Juli, tetapi intensitasnya akan cenderung menurun.

“Jadi secara klimatologis dan ini diprediksi untuk tahun ini juga akan menurun karena sudah terjadi dua puncak pada bulan Juni dan Juli,” ungkap Tesla.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *