oleh

Empat Kasus Baru Covid dari Tembagapura

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika sudah perpanjang new normal. Namun disaat yang bersamaan, kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih terus bertambah. Hingga Selasa (4/8) kemarin, total sudah ada 565 kasus Covid-19 di Mimika.

Dari data yang dirilis Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 di Mimika kemarin, ada empat kasus baru positif yang semuanya dari Distrik Tembagapura. Disaat yang bersamaan, ada tiga pasien di Distrik Mimika Baru yang dinyatakan sembuh. Sehingga secara kumulatif kasus positif sebanyak 565 dan kasus aktif 95. Sedangkan pasien sembuh berjumlah 460 orang.

Sembuhnya empat orang pasien dari Distrik Mimika Baru memberi angin segar bagi Kelurahan Kwamki yang sempat dinyatakan masuk zona merah kini bisa kembali ke zona kuning dengan 7 kasus aktif.

Tidak ada perubahan status pada daerah baik distrik dan kelurahan serta kampung lainnya. Mimika Baru dengan 24 kasus aktif dan Tembagapura dengsn 58 kasus aktif masih dikategorikan zona merah. Sementara Distrik Kuala Kencana dan Wania tetap di zona kuning.

Vice President Government Relation PT Freeport Indonesia, Jonny Lingga yang ditemui usai menghadiri pertemuan di Hotel Grand Mozza, Senin (3/8) lalu mengatakan memang dalam dua minggu terakhir ada penambahan kasus cukup tinggi. Namun ia memastikan bahwa dari sekian banyak pasien yang masih aktif tidak dirawat dalam bangsal rumah sakit karena tidak ada gejala. “Makanya kami yakin dalam dua minggu kedepan jumlahnya akan menurun lagi,” ujarnya.

Penambahan kasus terjadi karena hasil tracing contact dari pasien yang sudah terpapar sebelumnya. Ada juga karyawan yang akan kembali ke Tembagapura. Dimana sebelum kembali ke area kerja, harus menjalani PCR test. Pada Senin lalu kata dia ada 13 orang yang menjalani isolasi di Mile 38 selebihnya di Tembagapura.

Manajemen PT Freeport Indonesia kata dia tidak kendor. Jika ada karyawan yang tidak disiplin dan mengabaikan Covid-19 maka akan diberikan sanksi. “Kami akan lebih tegas lagi untuk memastikan ini dan bagi karyawan yang tidak mau bekerjasama atau menganggap enteng dan terbukti ketika pemeriksaan atau pengawasan kita melakukan hal seperti itu kita akan lakukan tindakan disiplin sesuai aturan perusahaan,” tegasnya.

Meski Pemda menetapkan area Tembagapura untuk pembatasan sosial namun karyawan tetap bisa turun ke Timika asalkan menjalani PCR untuk memastikan aman dari Covid. Begitu juga sebaliknya ketika kembali ke Tembagapura.

Memasuki masa new normal, PTFI juga menerapkan cara atau pola kerja baru. Dimana manajemen menargetkan nantinya tersisa 12.500 pekerja yang bisa berada di jobsite. Sekarang jumlah pekerja hampir 17 ribu. Dengan pengaturan jadwal kerja maka ditargetkan jumlah karyawan di Tembagapura nantinya tidak boleh lebih dari 12.500. “Sekarang ada 13 ribuan yang masih di sana. Akan dikurangi kepadatan dengan cara cuti lama baru balik,” tandasnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *