oleh

Longsor di Aroanop Sebabkan 6 Jembatan dan Sekolah Rusak

TIMIKA – Bencana longsor yang terjadi di Aroanop, Distrik Tembagapura dipastikan tidak menelan korban jiwa. Namun kerugian materil diperkirakan cukup besar. Apalagi infrastruktur juga terkena dampak.

Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame, SIP yang ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan, SP 3 pada Selasa (4/8) kemarin mengungkapkan, hujan deras mengakibatkan longsor di beberapa titiik seperti di Baluni, Anggigi, Ainggogin, Jagamin dan Omponi. Masyarakat kata dia, juga tidak menduga akan terjadi longsor.

Thobias bersyukur dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material pasti ada. Seperti 8 rumah warga yang terkikis arus longsor. Kemudian ada sekitar 6 jembatan gantung yang dibangun PT Freeport Indonesia juga rusak. Kandang ternak milik warga. Hingga dua rumah guru dan satu sekolah di Jagamin juga terkikis arus dan perlu perbaikan.

Ia bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah turun ke lokasi kejadian untuk memantau situasi pada Minggu (2/8) lalu sekaligus membawa bantuan bahan makanan kepada masyarakat. Warga yang terdampak kini menumpang di rumah warga lain.

Situasi pasca longsor dikatakan Thobias, sudah mulai terkendali. Meskipun saat kejadian masyarakat mencari tempat aman ke hutan. Tapi setelah itu kembali dan pada hari Minggu sudah menggelar ibadah di kampung.

Thobias mengungkapkan, langkah darurat yang harus dilakukan oleh Pemda Mimika dan PT Freeport Indonesia sekarang ini adalah melakukan perbaikan jembatan. Sebab, ini menjadi akses bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sebagai petani.

“Karena rata-rata kampung berseberangan dengan kebun. Jadi mau ke kebun harus melalui jembatan karena peristiwa yang terjadi akibatkan salah satu jalan susah. Sehingga jembatan jadi prioritas utama bagi masyarakat,” terang Thobias. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *