oleh

Merasa Ditipu, Puluhan Warga Laporkan Oknum Kontraktor

TIMIKA – Puluhan warga yang berdomisili di Jalan Hasanuddin – Irigasi, Selasa (4/8) kemarin mendatangi kantor Pelayanan Polres Mimika guna melaporkan kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh salah satu oknum kontraktor berinisial Bu.

Alasan puluhan warga melaporkan oknum kontraktor itu ke kantor polisi, lantaran dia menjanjikan puluhan warga itu bahwa dia akan membangun rumah mereka yang merupakan program dari Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Namun setelah sejumlah warga itu menyetorkan sejumlah uang yang jika ditotalkan mencapai ratusan juta rupiah kepada Bu, ternyata rumah yang dijanjikan tidak kunjung jadi.

Ayub W, salah satu warga yang merasa menjadi korban penipuan saat ditemui wartawan di kantor Pelayanan Polres Mimika, kemarin, mengaku telah menyetorkan uang tunai kepada Bu senilai puluhan juta rupiah.

“Ini masalah perumahan, awalnya itu kami dapat informasi ada pembangunan rumah-rumah di SP-SP. Jadi karena kami di dalam satu rumah ada beberapa kepala keluarga, makanya kami minta juga supaya ada bangun rumah di Irigasi lagi,” ucapnya.

Warga lainnya, Edo pada kesempatan yang sama menguraikan, masyarakat bersedia menyerahkan sejumlah uang kepada oknum kontraktor yang mengaku dari PT DJK itu, lantaran masyarakat sangat berharap bisa memiliki rumah pribadi.

“Masyarakat percaya karena dia (Bu), datang dan bilang ini program dari Kementerian PUPR. Makanya masyarakat ramai-ramai mendaftar untuk dapatkan paket bantuan perumahan. Jadi yang terdaftar di Irigasi ada sekitar 20 lebih kepala keluarga pada Bulan Mei lalu,” ujarnya.

Kemudian kata Edo, pada saat itu juga masyarakat telah menyiapkan lokasi mereka yang nantinya akan dibangun perumahan. Akan tetapi hingga saat ini, program pembangunan perumahan tersebut tidak kunjung ada.

“Masyarakat bahkan sudah kasih masuk alat berat untuk kasih bersih lokasi, tapi mereka tunggu-tunggu sampai sekarang tidak pernah ada pembangunan. Kita telepon dia yang mengaku kontraktor itu juga, tidak pernah angkat handphone. Makanya kami ramai-ramai ke rumahnya untuk jemput dia untuk bawa ke kantor polisi biar kita dengar penjelasan dia dihadapan polisi,” jelasnya.

Lalu di kesempatan yang sama, tokoh masyarakat Irigasi, Lines Gwijangge juga mengaku bahwa masyarakat menyetorkan uang kepada Bu yang banyaknya berbeda berdasarkan tipe dan ukuran rumah yang akan dibangun.

“Jadi ada yang kasih 20 juta, 30 juta bahkan ada yang kasih 80 juta. Karena menurut kontraktor itu bahwa itu uang muka dan uang administrasi, dan harganya pun beda-beda sesuai tipe dan ukuran,” ucapnya.

Sehingga kata dia bahwa setelah dipertemukan di pihak kepolisian, oknum kontraktor Bu itu menyakatan bahwa akan membangun rumah milik sejumlah masyarakat tersebut.

“Kita sudah sepakat nanti Hari Jumat, kita kembali ke kantor polisi sini lalu kontraktor itu buat surat pernyataan. Karena dia bilang dia akan segera membangun rumah, seperti yang dia janjikan kepada masyarakat,” ungkap Lines.

Sementara itu Wakapolres Mimika, Kompok I Nyoman Punia, Ssos yang juga ditemui wartawan kemarin, menjelaskan bahwa permasalahan tersebut telah ditangani pihak kepolisian.

“Kami sudah panggil dua pihak dan sudah fasilitasi. Alasan dari kontraktor bahwa ada keterlambatan matrial, jadi yang jelas nanti Hari Jumat akan ada pertemuan lagi di sini (Kantor Pelayanan Polres Mimika, Red). Untuk apa, betul itu program perumahan dari PUPR atau non subsidi, nanti kita dalami lagi,” papar Kompol Punia.

Sementara oknum kontraktor Bu yang saat itu ditemui wartawan, enggan berkomenter. “Maaf saya mau antar istri ke rumah sakit dulu,” singkat Bu sambil berjalan meninggalkan kantor Pelayanan Polres Mimika. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *