oleh

Bapenda Gelar Rapat Evaluasi Pendapatan Asli Daerah

TIMIKA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika menggelar rapat evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan BUMN PT PLN UP3 Timika selaku pengelola file yang akan menyampaikan capaian per semester 1 tahun 2020, sekaligus memaparkan target dan realisasi 3 tahun terakhir, permasalahan dan mungkin ada potensi-potensi baru yang perlu disampaikan sehingga akan menambah penerimaan di tahun mendatang.

Dalam rapat yang berlangsung, Kamis (6/8) di ballroom Hotel Horison Timika juga turut hadir Kepala Bank Papua cabang Timika, Simon dan Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Mimika sebagai tim asistensi dan juga Asisten 2 Setda Mimika, Syahrial.

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa dalam sambutannya, mengatakan Bupati secara terus menerus menggenjot pembangunan di segala bidang seperti fisik dan prasarana mulai dari Jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan, perekonomian, sosial budaya dan lain-lain untuk terwujudnya visi Mimika cerdas aman damai dan sejahtera.

Sehingga diperlukan syarat mutlak, yaitu meningkatkan kapasitas fiskal daerah dengan potensi yang ada harus senantiasa dimaksimalkan dari tahun ke tahun.

Tahun 2020 merupakan tahun terberat dalam pengelolaan pendapatan daerah. Sebab seperti diketahui, tahun ini muncul pandemi Covid di seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia dan Kabupaten Mimika. Dimana untuk pendapatan daerah mengalami kontraksi di semua struktur pendapatan. Dari sisi pada tingkat hunian hotel hotel turun drastis, usaha restoran sepi dengan pembatasan jam operasional, tempat hiburan tutup. Kemudian dari sisi perusahaan, PT Freeport menurunnya pajak restoran dari catering.

Dan dari sisi dana perimbangan dengan keluarnya PMK 35/2020 tanggal 16 april 2020 terdapat penurunan yang cukup signifikan kurang lebih kisaran Rp 900 miliar sampai dengan Rp 1 triliun, sehingga dilakukan refocusing dan realokasi penganggaran sekaligus melakukan mekanisme kontrak multiyears untuk kegiatan kegiatan fisik yang nilainya besar.

“Kegiatan pada hari ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kapasitas fiskal daerah dengan melakukan monitoring evaluasi pada semester 1 tahun 2020, sekaligus penyampaian data penerimaan 3 tahun terakhir, penyampaian permasalahan dan potensi baru sebagai bahan dalam penyusunan APBD tahun 2021,” kata Dwi.

Sementara Asisten 2 Setda Mimika, Syahrial mengatakan pendapatan dan belanja merupakan dua sisi yang harus senantiasa menjaga keseimbangan. APBD yang baik adalah apabila di sisi pendapatannya senantiasa meningkat, seiringnya waktu yang memaksimalkan potensi di semua struktur pendapatan. Di sisi lain pengelolaan belanja yang efisien, efektif dengan mengedepankan skala prioritas, sehingga tujuan akhir kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan.

“Pada hari ini kita berkumpul di sini untuk mengevaluasi pendapatan asli daerah semester 1 tahun 2020, sekaligus berdiskusi untuk meningkatkan penerimaan daerah khususnya PAD. Saya harapkan muncul ide baru untuk menghasilkan potensi baru dari masing-masing OPD pengelola pendapatan,” katanya.

Ia mengatakan, Bapenda selaku koordinator penerimaan daerah bersama Bagian Hukum Setda Mimika diharapkan berperan aktif dalam mengakomodir serta memfasilitasi OPD pemungut sehingga tercipta sinergitas dalam pelaksanaannya.

“Kepada Bank Papua juga agar senantiasa membantu Bapenda dan OPD pengelola pendapatan dengan memberikan pelayanan kontemprimer sebagaimana yang telah kita launching bersama di tahun 2018 lalu,” ungkapnya.

Ia mengatakan kerja sama ini merupakan salah satu langkah merespon dinamika perkembangan pemerintah daerah menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik, dengan meningkatkan kualitas dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. “Kedepannya kita akan menggandeng juga bank-bank lain yang beroperasi di Kabupaten Mimika sebagai sarana dalam payment,” ujarnya.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *