oleh

Dinkes Pesan 120 Ribu Tablet Primaquine

TIMIKA – Stok primaquen sebagai salah satu komponen obat malaria mengalami keterbatasan. Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika sudah berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Papua agar dilakukan distribusi. Dinkes Mimika membutuhkan setidaknya sekitar 120 ribu tablet untuk kebutuhan sampai akhir Tahun 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra yang ditemui di RSUD Mimika, Rabu (5/8) ketika menghadiri kegiatan mengatakan stok primaquine di Instalasi Farmasi saat ini tersisa 11 ribu tablet. Sedangkan kebutuhan sebulan sekitar 30 ribu. Jadi sangat tidak mencukupi. Namun untuk obat DHP masih tersedia cukup banyak bahkan sampai Desember 2021 mendatang.

Stok terbatas kata dia sebenarnya masalah nasional. Distribusi obat ke kabupaten melalui satu pintu dari Dinkes Provinsi Papua. Sementara provinsi pun juga menunggu dari Jakarta. Sebab sistem perencanaan, pengadaan, distribusi dan pelaporan obat serta alat kesehatan semuanya melalui Instalasi Farmasi Provinsi Papua.

Untuk memenuhi kebutuhan, Dinkes melalui IFK sedang menghitung kembali stok obat primaquine yang ada di Puskesmas. Yang memiliki stok berlebihan akan ditarik. Terutama Puskesmas di pedalaman untuk merasionalkan stok.

Stok obat primaquine di Instalasi Farmasi saat ini kurang lebih 11 ribu tablet. Di PHMC PT Freeport Indonesia juga sangat terbatas, bahkan sudah masuk ke buffer stock. Dimana seharusnya tidak boleh kurang dari 600 tablet sekarang hanya 500 tablet. “Karena memang bahan bakunya di Jakarta tidak tersedia,” katanya.

Permintaan kebutuhan obat primaquine lanjut Reynold disesuiakan dengan laporan kasus malaria baik harian maupun bulanan. Di Mimika kebutuhan untuk sebulan sekitar 30 ribu tablet. sehingga dibutuhkan sekitar 120 ribu untuk kebutuhan sampai Desember 2020 mendatang. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *