oleh

Warga Jalan Trans Nabire Diminta Tak Kembali ke Rumahnya

TIMIKA – Kepolisian Sektor Kuala Kencana menyarankan masyarakat terdampak banjir di sekitar Jalan Trans Nabire, untuk tidak menempati lagi rumahnya terdahulu. Salah satu alasannya dikarenakan curah hujan masih tinggi.

Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Yakobus Sera Ayatanoi, Kamis (6/8) menerangkan, sampai kini, masyarakat terdampak banjir di daerah itu masih menempati bangunan sementara yang dibangun sebagai pengungsian, sambil menunggu kepastian cuaca.

“Kalau mungkin sudah tidak hujan lagi, mereka bisa tempati rumah mereka yang sebelumnya,” ujarnya.

Namun, bagi Iptu Sera Ayatanoi, sebaiknya masyarakat tak kembali ke rumah-rumah yang ditempati sebelumnya. Ia beralasan, daerah yang ditempati itu merupakan tempat yang menjadi langganan banjir. Karena menurutnya, setiap kali turun hujan deras, wilayah itu akan terendam.

“Kami juga sudah berdiskusi dengan masyarakat, agar kalau memungkinkan relokasi di tempat lain yang lebih tinggi dan jauh dari sungai,” jelasnya.

Disisi lain ia menyebut ada dua suku yang menempati wilayah tersebut, yakni Suku Kamoro dan Suku Mee. Suku Kamoro ada di wilayah PAL II dan PAL III, dan biasanya tidak mempunyai rumah permanen melainkan tinggal di mess yang disediakan perusahaan. Masyarakat ini juga disebutnya kebanyakan berasal dari Kokonao di Distrik Mimika Barat. Sehingga jika terjadi banjir, masyarakat ini bisa balik ke Kokonao.

Hal sebaliknya terjadi bagi masyarakat dari Suku Mee. Katanya, rumah yang dibangun masyarakat Suku Mee memang mirip honai, dalam artian bangunannya tidak tinggi. “Mereka ada punya rumah sendiri di sana, tetapi rumahnya kalau mau dibilang tidak layak huni lah. Karena rumahnya langsung lantai, semacam honai lah. Tidak tinggi. Ya (kalau) hujan, terendam pasti duluan mereka kena banjir,” ungkapnya.

Iptu Sera Ayatanoi juga menyarankan jika ada pihak yang ingin memberikan bantuan agar meminta bantuan polisi untuk pengawalan. Hal itu untuk mengantisipasi jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Selain itu ia membenarkan masyarakat membutuhkan bantuan sembako.

“Karena sampai kini mereka belum bisa berkebun,” tutupnya.(dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *