oleh

OPD Diharuskan Segera Buat Pertanggungjawaban

Penggunaan Dana Covid-19

TIMIKA – Dana sekitar Rp 200 miliar yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 sudah terserap hampir 100 persen. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai pengguna dana pun diminta segera membuat laporan pertanggungjawaban.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mimika, Marten Mallisa yang ditemui di kantornya, Kamis (6/8) kemarin mengatakan, dari sisi realisasi anggaran sudah hampir 100 persen. Namun untuk realisasi kegiatan di lapangan tergantung masing-masing OPD sebagai pelaksana dalam rangka percepatan pengendalian Covid-19.

Terkait dengan anggaran Covid-19 kata Marten, sudah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Kalangan Pemerintah Daerah yang diterbitkan pada 14 Maret 2020 lalu.

Dimana dalam Permendagri itu diatur bahwa untuk kegiatan Covid-19 ketika Rencana Kerja Biaya (RKB) diajukan maka paling lambat dalam dua hari harus dicairkan karena bersifat darurat dan segera. Setiap RKB atau pengajuan anggaran oleh OPD terlebih dahulu di-review oleh Inspektorat baru dilakukan pencairan.

“Kita perketat karena semua kegiatan yang diusulkan kaitan dengan penanganan Covid-19 seharusnya diketahui oleh tim gugus, supaya ada satu arah dalam pelaksanaan penanggulangan itu sendiri,” terang Marten.

Jadi BPKAD lanjutnya hanya melakukan verifikasi administrasi. Sepanjang administrasi sudah memenuhi syarat, maka tetap dilayani untuk pencairan dana untuk digunakan dalam pelaksanaan kegiatan.

Selanjutnya kata Marten, setelah anggaran digunakan setiap pengguna harus menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Sesuai aturan, pertanggungjawaban harus dilakukan tidak melebihi tahun anggaran.

“Kalau sudah ada pertanggungjawaban dari masing-masing tim teknis saya pikir tidak apa-apa disampaikan sekarang disesuaikan dengan RKB yang diusulkan. Artinya kalau sudah ada ngapain mau ditahan-tahan lagi. Segera dipertanggungjawabkan supaya tidak banyak pertanyaan seperti itu,” jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini kegiatan dalam rangka penanganan Covid-19 di Mimika sudah berjalan. Salah satunya pembangunan ruang isolasi dan mess petugas siaga bencana di RSUD Mimika sebagai salah satu kegiatan pembangunan fisik. Dimana anggaran sekitar Rp 24 miliar merupakan bagian dari dana Covid-19 yang dialokasikan ke RSUD Mimika.

Masih banyak kegiatan lain yang menurut Marten sudah berjalan. Seperti pembelian alat kesehatan sehingga penanganan di Mimika bisa lebih cepat. Hasilnya pun bisa terlihat dimana Covid-19 mulai terkendali. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *