oleh

Tujuh Kasus Baru, Lima Pasien Sembuh

TIMIKA – Kasus Covid-19 di Kabupaten Mimika terus bertambah. Kamis (6/8) kemarin Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 melaporkan adanya tujuh kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Enam dari tujuh kasus baru itu berasal dari Distrik Tembagapura sedangkan satu kasus dari Distrik Mimika Baru. Sementara itu di hari yang sama lima pasien juga dinyatakan sembuh. Sehingga secara kumulatif kasus Covid-19 di Kabupaten Mimika berjumlah 579. Sebanyak 472 pasien sudah sembuh, 6 meninggal dunia. Kasus aktif sisa 97 orang pasien.

Dari sisi persebaran wilayah, Kelurahan Sempan yang sempat kembali ke zona kuning kini dinyatakan bebas dan masuk kategori zona hijau. Untuk tingkatan distrik, Mimika Baru dan Tembagapura masih dalam kategori zona hijau.

Untuk pasien Covid-19 di wilayah Kota Timika sebagian besar ditangani oleh RSUD Mimika. Selama penanganan tidak semua pasien diisolasi di rumah sakit. Ada yang menjalani isolasi mandiri dan juga di shelter sebagai rumah sakit satelit.

Direktur RSUD Mimika, dr Antonius Pasulu ketika ditemui Rabu (5/8) lalu mengatakan pada awal penemuan kasus memang ada beberapa pasien yang masuk ke rumah sakit dalam keadaan gejala sedang. Bahkan satu pasien gejala berat. Tapi setelah dirawat kondisinya membaik hingga dinyatakan sembuh.

Rata-rata pasien yang ditangani RSUD Mimika berusia 40-an tahun. Pernah ada bayi usia 6 bulan dan pasien berusia di atas 60 tahun. Penanganan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur penanganan pasien Covid-19. Pasien yang berusia 60 tahun lebih memang dalam keadaan berat karena ada penyakit penyerta. Sedangkan bayi tertular dari pasien Covid-19 yang merupakan keluarga dekat. “Bayi sudah sembuh, berikut juga yang umur 63 tahun itu sudah sembuh juga,” kata Anton.

Penanganan termasuk pengibatan pasien disesuaikan dengan gejala yang dialami. Sebab sampai saat ini belum ada obat paten untuk virus corona. Begitu pula vaksin belum ditemukan.

Anton menambahkan sejak adanya mesin PCR di RSUD, sangat berdampak besar untuk penanganan dan penentuan diagnostik. Sehingga penjaringan lebih cepat dan diagnostik untuk penanganan hingga sembuh. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *