oleh

Pertama Kali, Gereja Baptis Imanuel Baptis 12 Anggota Jemaat

TIMIKA – Berdiri sejak Tahun 2017, Gereja Baptis Imanuel Timika yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP) akhirnya melakukan pembaptisan kepada 12 anggota jemaat untuk pertama kalinya, Minggu (9/8) kemarin di Kali Jileale.

Pembabtisan yang dilakukan oleh Gembala Sidang, Amir Yigibalom dan Nius Tabuni dengan cara diselam mengangkat tema “Jadikanlah Semua Bangsa MuridKu dan Baptislah Mereka Dalam Nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”.

Upacara pembabtisan ini berjalan dengan baik. Dimana acaranya dibuka di gedung gereja kemudian kedua gembala mengantarkan ke 12 anggota jemaat yang bersedia menyerahkan dirinya untuk dibaptis, menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat ke Kali Jileale dan diarak oleh anggota jemaat lainnya. Kemudian dilakukan ibadah yang dipimpin oleh Gembala Amir Yigibalom dengan pembacaan alkitab Matius 28:16-20.

Dalam kotbahnya Gembala Amir mengatakan menyerahkan diri untuk dibaptis artinya sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat. Hidup menurut kehendak-Nya dan mau memberitakan Injil atau kabar keselamatan kepada siapa pun, serta siap terlibat dalam pelayanan.

“Allah memberikan kuasa kepada Yesus Kristus. Kuasa yang lebih tinggi di dunia. Yesus menang dari kematian, bangkit dan hidup kembali kemudian menguatkan iman kepada murid-murid-Nya sebelum terangkat ke sorga. Kita dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,” katanya.

Penasehat Jemaat, Nius Wenda menjelaskan proses berdirinya Gereja Baptis Imanuel Timika berdasarkan amanat Paulus. Bukan karena adanya kepentingan atau bantuan dari pemerintah, tetapi secara mandiri atau berdasarkan kerjasama dari semua anggota jemaat yang kini sudah terdiri dari 54 Kepala Keluarga (KK).

Menurutnya, gereja tanpa pembaptisan itu tidak ada gunanya. Karena baptisan kudus merupakan adalah hal yang diajarkan Tuhan Yesus, sehingga wajib untuk dilaksanakan. Namun pembaptisan dilakukan hanya kepada orang-orang yang benar-benar siap. Orang yang benar-benar mau menerima dan mengakui Yesus Kristus sebagai Juruselamat, serta mau melakukan kehendak-Nya.

“Empat tahun itu prosesnya panjang. Kita ingin yang ikut menyerahkan diri untuk dibaptis adalah orang yang benar-benar siap. Makanya kita baru lakukan di tahun keempat ini,” kata Nius Wenda.

Sebelumnya, ada 19 anggota jemaat yang mendaftarkan dirinya untuk dibaptis. Namun dalam perjalanan, 7 diantaranya mengundurkan diri karena belum siap. Menyerahkan diri untuk dibaptis harus benar-benar tulus dari hati. Bukan karena paksaan dari orang lain.

Dengan adanya pembaptisan pertama ini, laskar Kristus di Gereja Baptis Imanuel Timika semakin bertambah, serta mampu memdorong gereja dalam hal ini anggota jemaat untuk semakin dekat kepada Yesus Kristus. Selalu mengandalkan dan takut kepada-Nya.

“Mudah-mudahan ke 12 ini juga semakin banyak yang mengenal Kristus. Kami sama-sama akan terus melakukan pelayanan kepada jemaat, supaya kedepannya baptisan berikutnya lebih banyak lagi yang menyerahkan dirinya,” tutupnya.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *