oleh

Penyidik Polres ke Surabaya Untuk Tiga Kasus

Salah Satunya Kasus Penghinaan Kapolda

TIMIKA– Guna keperluan penyidikan terhadap kasus penghinaan Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, yang diunggah di media sosial oleh tersangka berinisial ST, maka penyidik Satreskrim Polres Mimika saat ini sementara berangkat ke Surabaya guna memeriksa saksi ahli pidana dan saksi ahli ITE, serta pemeriksaan hasil postingan di medsos ke Laboratorium Forensik.

“Ini penyidik ada berangkat ke Surabaya untuk periksa saksi ahli dan uji labfor,”tutur Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK yang ditemui wartawan, Kamis (13/8) kemarin.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pemeriksaan saksi ahli itu, berdasarkan petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika, setelah JPU memeriksa terkait kelengkapan berkas kasus tersebut.

“Berkasnya kan sudah kita kirim tahap I ke jaksa. Dan dari hasil pemeriksaan berkas oleh jaksa, ternyata diminta untuk melengkapi berkas yakni melampirkan keterangan saksi ahli. Makanya kita kirim penyidik ke Surabaya untuk periksa saksi ahli. Kita juga sudah mintai keterangan dari Pak Kapolda sebagai korban,”jelas AKP Hermanto.

Selain melakukan pemeriksaan saksi ahli terkait kasus penghinaan Kapolda Papua, kata Kasat Reskrim bahwa penyidik juga nantinya akan sekaligus memeriksa saksi ahli, dan uji labfor terkait kasus pencemaran jabatan Bupati Mimika, yang telah dilaporkan ke Polres Mimika beberapa waktu lalu.

“Jadi penyidik berangkat ini untuk tiga kasus, yakni penghinaan Kapolda, penghinaan jabatan Bupati Mimika dan kasus video yang viral (video pornografi) kemarin-kemarin itu,”ucapnya.

Kemudian untuk kasus penghinaan jabatan Bupati Mimika sendiri, menurut AKP Hermanto, pihaknya sudah memeriksa sekitar tiga orang saksi terkait kasus tersebut.

“Yang posting belum kita ambil, kita tunggu hasil pemeriksaan saksi ahli dulu apakah masuk unsur pidana atau tidak. Kalau masuk, maka yang posting akan kita minta pertanggung jawaban secara hukum,”paparnya.

Untuk diketahui bahwa tersangka ST diamankan pihak kepolisian pada Bulan Mei lalu, lantaran memposting ujaran kebencian kepada Kapolda Papua melalui akun facebook miliknya, dengan nama Wendanax Nggembu dua kali memposting ujaran kebencian.

Akibat postingan tersebut, tersangka ST dipersangkakan Pasal 36 junto 51 Ayat (2), dan Pasal 28 Ayat (2) junto Pasal 54 a Ayat (2) Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *