oleh

Bupati Pimpin Pengibaran, Wabup Penurunan

TIMIKA – Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, tahun ini benar-benar terasa berbeda. Tidak seperti sebelumnya yang semarak dan ramai. Meski begitu pelaksanaannya tetap khidmat. Covid-19 yang masih mewabah membuat segalanya dibatasi. Suasana Upacara HUT RI yang dipusatkan di Kantor Pusat Pemerintahan, SP 3 pada Senin (17/8) kemarin berbeda.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH bertindak sebagai Inspektur Upacara. Ketua DPRD Mimika, Roby Omaleng bertugas membaca Teks Proklamasi. Komandan Kompi Markas Denkav-3/Srigala Ceta, Kapten Kav Lutfi Andriyadi Rimadhon, SSTHan SIP bertindak sebagai Komandan Upacara.

Pada upacara penurunan, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, SSos MM bertindak sebagai Inspektur Upacara dan Komandan Kompi Kavaleri 1 Denkav-3/Srigala Ceta, Lettu Kav Willin M Yanuar, STHan sebagai Komandan Upacara.

Pasukan upacara dibatasi totalnya hanya 90 orang. terdiri dari TNI, Polri, ASN dan KNPI. Undangan juga demikian karena tempat duduk harus diatur berjarak untuk menerapkan protokol Covid-19. Bahkan sebelum memasuki kompleks Kantor Pusat Pemerintahan siapapun yang hadir harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Wajib memakai masker dan mencuci tangan.

Salah satu bagian dalam upacara HUT RI yang biasanya dinantikan adalah pengibaran Bendera Merah Putih. Ini menjadi momen menegangkan. Terutama Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang menjadi ‘bintang’ upacara. Tahun ini, hanya 3 orang bertugas mengibarkan bendera.

Tidak ada proses naik turun tangga podium untuk pengambilan bendera. Chrisilia Langden pelajar SMA Negeri 1 Mimika selaku pembawa bendera tidak lagi mengambil bendera di podium, yang biasanya diserahkan Bupati sebagai Inspektur Upacara, tapi langsung dibawa untuk dikibarkan bersama dua Paskibra lainnya yakni Fitra Ramadhany Bahrir dan Ismail Ugar.

Setelah upacara di Lapangan Kantor Pusat Pemerintahan, Bupati bersama Forkopimda juga mengikuti Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka secara virtual dari Pendopo Rumah Jabatan Bupati Mimika. Meskipun secara virtual tapi berlangsung khidmat dan melakukan setiap prosesi yang diinstruksikan.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH menyadari peringatan HUT RI tahun ini kurang meriah karena memang situasi pandemi Covid-19 yang memaksa untuk dilaksanakan terbatas dan sederhana.

Namun kata dia, keterbatasan ini tidak mengurangi makna kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia terutama di Mimika. Upacara tetap terlaksana dengan baik dan berlangsung dengan luar biasa. “Harapan kita kedepan, Indonesia lebih maju khususnya Mimika harus maju. Kita harus bergandengan tangan sehingga pembangunan di Mimika bisa berjalan lancar,” terangnya.

Sementara itu Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM mengatakan kemerdekaan diraih dengan susah payah. “Sekarang kita sudah merdeka tapi kita masih tetap berjuang untuk Indonesia maju, Papua Maju dan Mimika maju. Kita harus ciptakan suasana, ketentraman, ketenangan, kedamaian dan dalam kemerdekaan masyarakat harus hidup sejahtera,” ujarnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *