oleh

Satu Anggota KKB Tewas Tertembak di Kali Kopi

TIMIKA – Seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang bernama Hengky W, tewas tertembak aparat gabungan TNI dan Polri pada Minggu (16/8) sekitar pukul 06.00 WIT lalu. Hengky disebut merupakan KKB dari Makodap III Timika di Kali Kopi.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH, Senin (17/8) kemarin menyebutkan, penindakan hukum oleh aparat gabungan ini berawal pada Kamis (13/8) lalu. Dimana pada hari tersebut, tim gabungan TNI dan Polri melakukan penyelidikan ke markas KKB di Kali Kopi. Personel dalam operasi tersebut dibagi menjadi 3 kelompok untuk tiga sasaran, yaitu Markas Kali Kopi baru dan Markas Kali Kopi lama serta Markas Baru Amoko.

Kemudian pada Hari Minggu (16/8) sekitar pukul 06.00 WIT, tim gabungan TNI dan Polri melakukan penyelidikan ke Markas KKB di Kali Kopi dan berhasil melumpuhkan satu anggota KKB yang diduga kuat merupakan Hengky.

Selanjutnya tim gabungan kemudian melakukan penyisiran di sekitaran TKP dan berhasil menemukan sejumlah barang bukti, selanjutnya diamankan ke Mako Batalyon B Sat Brimob Pelopor Polda Papua. Tim juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, 1 pucuk senjata api rakitan, 1 pucuk sejata api jenis Revolver, 1 buah Air Sotf Gun Merk Jericho, 381 butir peluru tajam berbagai kaliber, 28 butir peluru karet Cal 5.56 mm. 1 buah magasen Air Soft Gun bertuliskan CAL 4,5 MM, 4 buah magasen SS1, 1 buah magasen AK 101, uang tunai sejumlah Rp 22.467.100, 1 lembar uang Dolar Singapura pecahan $2, 1lembar uang Ringgit Malaysia pecahan RM1, 3 lembar bendera bintang kejora, 7 buah Handphone Samsung Android, 3 buah Handphone Vivo Android, 1 buah Handphone Oppo Android, 5 buah Handphone Nokia, 1 buah Handphone Samsung, 1 buah Handphone Iceri, 1 buah Handphone Aldo, 3 buah kapak, 9 buah parang, 9 buah dompet, 3 buah senapan angin, 18 buah bagian senapan angin, 1buah Teropong merk Sharp, 1 buah senter Merk Swat  Police, 1 buah senter merk Vanslar, 2 buah Buku Tabungan Bank Mandiri, 1 buah ATM Bank Mandiri, dan berbagai dokumen lainnya.

Kapolda Papua Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw mengatakan peran tersangka Hengky dalam KKB yakni sejak meninggalnya TK yang merupakan Panglima Makodam III Kalikopi Tahun 2018 lalu, Hengky bersama JK mengambil peran sebagai pimpinan KKB  Kali Kopi sebelum ada pengganti panglima yang baru.

Hengky juga disebut sebagai orang yang mengajak beberapa KKB Pegunungan Tengah, untuk masuk ke Tembagapura guna melakukan aksi gangguan di areal PTFI.

Hengky juga ikut deklarasi KKB Gabungan Papua di Ilaga, Kabupaten Puncak, pada Sabtu (1/8) lalu yang bertujuan untuk melakukan aksi gangguan penembakan di Tembagapura.

Hengky pada Tahun 2009 lalu juga pernah diamankan terkait rangkaian aksi penembakan di area PTFI diantaranya, penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia di MP 52 Tembagapura pada tanggal 11 Juli 2009 dengan korban meninggal dunia yakni Drew Nicholas Grant, Warga Negara Australia.

Lalu aksi penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia di MP 51 Tembagapura pada tanggal 12 Juli 2009 lalu dengan korban meninggal dunia, Markuas Ratealo, kemudian korban luka antara lain Edi Piter Bunga, Markus Satu, Petrus Padang, Kamarudin, Iptu Adam Hari, dan AKP Anggun Cahyono.

Selain itu juga Hengky diduga terlibat dalam aksi penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia di MP 54 Tembagapura Tanggal 15 Juli 2009 lalu, dengan korban luka antara lain Bripka Jemi Reinhard, Briptu Abraham, Bripda Sumaji, Briptu Saldis Rumaropen, dan Briptu Supriadi.

Selain itu juga dalam rilis Polda Papua menyebutkan bahwa selama bergabung dalam KKB, Hengky diketahui terlibat beberapa aksi yakni aksi penyanderaan masyarakat dan karyawan PTFI di Kampung Banti dan Kampung Kimbeli, Distrik Tembagpura Tahun 2017 lalu.

Kemudian aksi pembakaran ID Card karyawan PT Freeport Indonesia pada tanggal 16 Februari 2018 lalu di Kampung Kimbeli, Distrik  Tembagapura, yang mana peran Hengky sebagai orang yang menyuruh melakukan sekaligus sebagai pelaku pembakaran.

Lalu Hengky juga terlibat dalam aksi pembakaran SD Banti dan RS Banti Tangal 24 Maret 2018 lalu di Kampung Banti, Distrik Tembagapura. Dimana perannya sebagai orang yang menyuruh melakukan sekaligus sebagai pelaku pembakaran.

Kemudian ia juga terlibat dalam aksi penembakan terhadap 3 triler, 2 kendaraan LWB dan 1 Rantis pada tanggal 1 Desember 2017 lalu di MP 60 dan 61, Distrik Tembagapura yang mengakibatkan korban luka atas nama Adventus Unggu Nugroho.

Selanjutnya Hengky juga terlibat aksi penembakan terhadap Karyawan PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana Tangal 30 Maret 2020 lalu yang mengakibatkan korban meninggal dunia atas nama Graeme Thomas Wall, sementara korban luka yakni Ucok Simanulangkit dan Jibril Bahar. Dimana peran Hengky sebagai orang yang ikut merencanakan aksi, namun tidak turun langsung ke lapangan.

Kapolda Papua menambahkan pada saat tim melakukan penarikan pasukan dari markas KKB, diketahui di MP 69 PTFI terjadi penembakan ke arah Helypad sehingga terjadi kontak senjata dengan tim yang melakukan pengamanan di area tersebut.

“Terkait kontak tembak di Mile 69 PTFI tim melihat 3 orang KKB terkena tembakan, namun belum bisa memastikan identitasnya. Dan saat ini personil gabungan TNI dan Polri akan terus melakukan penindakan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata yang mengganggu stabilitas keamanan di Papua,”ucap Kapolda. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *